Gerd atau Gastroesophageal Reflux Disease dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah pola makan yang salah.
Oleh karena itu penderita asam lambung dianjurkan untuk menghindari makanan dan minuman yang menjadi pantangan nya.
Dikutip dari Siloam Hospitals, GERD atau penyakit asam lambung terjadi ketika otot sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter/LES) yang bertugas untuk menjaga isi lambung agar tidak kembali ke kerongkongan mengendur.
Hal ini memungkinkan asam lambung untuk kembali naik ke kerongkongan (esofagus).
Beberapa faktor yang berkaitan dengan makanan yang diduga dapat menyebabkan terjadinya asam lambung naik adalah:
- Jenis makanan.
- Porsi makanan dalam sekali makan.
- Posisi tubuh setelah makan.
Berikut adalah daftar makanan yang dapat meningkat risiko GERD:
- Makanan tinggi lemak
Masakan bersantan, kulit ayam, hingga gorengan dapat memperlambat pengosongan kambung karena terdapat lemak didalamnya, sehingga makanan dapat bertahan lama di perut. Saat tekanan di dalam perut meningkat, asam lambung lebih mudah naik.
Selain itu, makanan berlemak juga dapat memicu pelepasan hormon kolesistokinin. Hormon ini adalah hormone yang bisa memicu proses mengendurnya katub kerongkongan.
- Kopi
Pantangan makanan ini mungkin sudah sering Anda dengar. Ketika seseorang menderita asam lambung, mereka biasanya tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman dengan kafein.
Kafein terbukti bisa melemahkan otot katup pada kerongkongan bagian bawah. Akibatnya, asam lambung pun bisa lebih mudah naik ke kerongkongan. Hal inilah yang kemudian memicu gejala asam lambung.
Selain itu, kafein juga bisa merangsang munculnya sekresi asam. Akibatnya, hormone gastrin pun meningkat. Hormon gastrin adalah hormon dalam lambung yang berfungsi memproduksi asam lambung.
- Makanan pedas
Makanan pedas juga bisa meningkatkan risiko asam lambung naik. Rasa pedas juga dapat menimbulkan gejala perut seperti terbakar dan gangguan gastrointestinal fungsional.
Dalam makanan pedas terdapat senyawa capsaicin. Senyawa ini bisa mengiritasi bagian esofagus dan menyebabkan asam lambung naik.
- Buah dan sayuran tertentu
Bagi penderita asam lambung, ada beberapa buah dan sayur yang tidak boleh dikonsumsi. Buah dan sayur tersebut umumnya adalah yang memiliki rasa asam.
Buah utama yang menjadi pantangan penderita asam lambung adalah buah-buahan citrus, yakni jeruk, lemon, atau jeruk bali. Buah-buahan ini memang kaya akan vitamin C. Namun, untuk penderita asam lambung, mengonsumsi buah ini dalam jumlah berlebih bisa memicu asam lambung naik.
Kemudian, penderita asam lambung juga tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak bawang-bawangan. Bawang putih, bawang merah, dan bawang Bombay ternyata bisa juga melemahkan otot kerongkongan. Ini akan menjadi pemicu utama asam lambung mudah naik.
- Minuman dan makanan berakohol
Penderita asam lambung perlu menghindari minuman berakohol. Selain tidak baik untuk kesehatan tubuh, minuman berakohol juga bisa mengiritasi lapisan perut. Jika dikonsumsi terus menerus, lapisan perut akan terkikis. Seseorang bisa dengan mudah mengalami gejala asam lambung.
Bagi penderita asam lambung, menghindari makanan pemicu seperti yang telah disebutkan sebelumnya menjadi langkah penting untuk mencegah kambuhnya gejala yang mengganggu.
Dengan lebih selektif dalam memilih asupan, menerapkan pola makan teratur, serta memperhatikan respon tubuh terhadap makanan tertentu, kualitas hidup pun dapat meningkat. Ingat, perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.



