PSSI mengambil langkah cepat setelah menerima laporan terkait insiden dalam pertandingan Dewa United U-20 kontra Bhayangkara FC U-20 pada ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/2026.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa kasus tersebut akan segera diproses melalui Komite Disiplin (Komdis).
Ia juga menyampaikan bahwa Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi dalam laga tersebut.
PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy,”
ujar Yunus Nusi dalam keterangan resminya Senin 20 April 2026.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sangat mengutuk keras kejadian ini, khususnya tindakan pemain yang terlibat,”
tambahnya.
Menurut Yunus, PSSI telah meneruskan kasus tersebut ke Komdis untuk segera ditindaklanjuti. Ia bahkan meminta agar sidang dilakukan secepat mungkin.
“PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Kami juga meminta agar ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera diputuskan,” jelasnya.
Wasit Juga Jadi Sorotan
Selain pemain, Yunus Nusi juga menyoroti kemungkinan adanya kelalaian dari perangkat pertandingan. Evaluasi terhadap wasit akan menjadi perhatian serius PSSI.
Kami juga melihat adanya potensi kelalaian perangkat pertandingan. Ini akan menjadi perhatian PSSI kepada Komite Wasit, termasuk untuk melakukan evaluasi, edukasi, hingga pemberian sanksi jika terbukti lalai,”
ujarnya.
Insiden ini menjadi sorotan publik setelah video kejadian viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, terlihat berlari dari tengah lapangan sebelum melepaskan tendangan “kungfu” ke arah pemain Dewa United.
Aksi tersebut memicu keributan yang melibatkan pemain dari kedua tim.
Pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan Dewa United U-20 dengan skor 2-1 atas Bhayangkara FC U-20.
Pemain Diminta Tahan Emosi
Kini, Fadly Alberto yang juga merupakan pemain Timnas Indonesia U-20 tengah menunggu sanksi dari Komdis. Yunus Nusi pun mengingatkan seluruh pemain untuk tetap menjaga emosi selama pertandingan.
Kami mohon kepada para pemain, apa pun yang terjadi di lapangan, tetap bersikap tenang, tidak emosional, dan bersabar. Tindakan seperti ini justru merugikan diri sendiri maupun klub,”
tambahnya.

