Kerusuhan yang melibatkan Bhayangkara FC dan Dewa United dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang akhir pekan lalu, akhirnya menemui titik terang. Kedua pihak sepakat berdamai setelah menjalani proses mediasi.
Sebagai bagian dari upaya penyelesaian, pihak Bhayangkara FC U-20 mendatangi markas Dewa United di Pagedangan, Banten.
Dalam pertemuan tersebut, dua pemain yang terlibat langsung dalam insiden, yakni Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis, dipertemukan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaaf-maafkan. Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kami sama-sama,”
kata Direktur Akademi Dewa, Firman Utina, Rabu 22 April 2026.
Anak-anak ini bukan anak-anak kami, tapi anak-anak kami. Jadi anak-anak kami itu adalah anak-anak yang harus kami lindungi sama-sama. Tadi juga Alberto sudah minta maaf kepada Raka,”
imbuhnya.
Perdamaian Tercapai, Pelanggaran Tetap Diproses
Meski kedua belah pihak telah saling memaafkan, manajemen Dewa United menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kode etik tetap akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya,”
ucap Firman.
Keributan yang sempat viral tersebut terjadi pada Minggu 19 April 2026 di Stadion Citarum, Semarang. Insiden itu bahkan diwarnai aksi tendangan kungfu yang memicu perhatian publik.
Akibat kejadian tersebut, kedua tim mengalami kerugian, baik dari sisi pemain yang mengalami cedera maupun reputasi klub yang ikut tercoreng.
Saat ini, keputusan terkait sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) masih dalam proses.
Direktur Akademi Bhayangkara, Agus Rumekso Carel, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam pembinaan pemain muda.
Ini jadi pelajaran dan evaluasi kepada semua pelatih, semua pembina untuk selalu mengingatkan bahwa kita adalah keluarga besar daripada PSSI. Mungkin kalau di lapangan kita sebagai permusuhan tapi yang sportif, di luar ini adalah sebagai keluarga besar, sebagai saudara,”
tuturnya.
Kami atas nama Bhayangkara FC sudah meminta maaf memang kepada Dewa United, kepada adik-adik kita semuanya untuk bisa memaafkan. Karena memang tidak ada sedikit pun niatan dari awal untuk adanya pertandingan ini menjadi hal yang tidak kami inginkan. Tidak ada sama sekali,”
imbuhnya.

