Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 6 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Apa Itu Relapse Phase? Benarkah Tren Ini Bikin Move On Lebih Sehat Setelah Putus Cinta
Cari Tahu

Apa Itu Relapse Phase? Benarkah Tren Ini Bikin Move On Lebih Sehat Setelah Putus Cinta

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Mei 6, 2026 12:37 pm
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Ilustrasi relapse phase
SHARE

Apa itu relapse phase? Istilah ini belakangan ramai dibicarakan warganet, terutama di kalangan Gen Z. Fenomena ini sering dikaitkan dengan seseorang yang sedang dalam proses bangkit setelah patah hati.

Daftar isi Konten
  • Asal Usul Relapse
  • Tanda-tanda Kamu Sedang Mengalami Relapse Phase
  • Tips Menghadapi Relapse Phase

Menariknya, makna relapse phase kini mengalami pergeseran. Jika dulu dikaitkan dengan sisi negatif seperti kemunduran, kini istilah tersebut dipahami sebagai bagian dari proses healing atau melepas masa lalu dan kembali menemukan diri sendiri.

Asal Usul Relapse

Secara etimologi, kata relapse berasal dari bahasa Inggris, yaitu “re” yang berarti kembali dan “lapse” yang berarti jatuh atau kemunduran. Menurut Kamus Cambridge, relapse berarti kembali ke kondisi yang lebih buruk setelah sempat membaik. Sementara KBBI mendefinisikannya sebagai kekambuhan atau kembali ke perilaku negatif.

Dulunya, istilah ini kental dengan dunia kesehatan dan kecanduan. Relapse sering digunakan untuk menggambarkan pasien yang gejalanya muncul kembali setelah remisi, atau pecandu narkoba yang kambuh setelah menjalani rehabilitasi.

Namun kini, Gen Z memberikan makna baru pada istilah ini. Relapse phase justru dilihat sebagai fase emosional setelah putus cinta, di mana seseorang bukan “kembali ke hal buruk”, melainkan “kembali ke diri sendiri” setelah melepaskan hubungan toxic atau yang sudah berakhir.

Alih-alih dianggap sebagai kemunduran, fase ini dipandang sebagai bagian wajar dari proses move on.

Tanda-tanda Kamu Sedang Mengalami Relapse Phase

Banyak orang mungkin tidak sadar sedang berada di fase ini. Berikut beberapa tanda yang umum dirasakan:

1. Hilang Minat Sementara

Mulai kehilangan minat pada hal-hal yang dulu dianggap menyenangkan, terutama yang berkaitan dengan mantan. Kegiatan yang dulunya terasa seru bisa tiba-tiba hambar.

2. Menghindari Kenangan

Kemudian muncul keinginan untuk menghindari kenangan. Ini bisa berupa membersihkan galeri foto, unfollow atau mute akun mantan, menghindari tempat kencan lama, hingga archive chat.

3. Fokus ke Masa Depan

Di sisi lain, mulai muncul keinginan untuk fokus ke masa depan. Mulai menyusun rencana hidup baru, mencoba hal baru, atau bahkan melakukan solo traveling.

Tak kalah penting, fase ini juga ditandai dengan emosi yang naik turun seperti sedih, marah, kecewa, lalu perlahan berubah menjadi lega dan lebih menerima.

Tips Menghadapi Relapse Phase

Relapse phase bukanlah akhir, melainkan babak baru. Agar prosesnya lebih ringan, coba lakukan hal-hal berikut:

1. Menerima Kenyataan

Ingatlah bahwa masa lalu tidak bisa diubah. Yang bisa kita ubah hanyalah cara kita memaknainya. Belajar dari pengalaman bisa jadi kunci utama.

2. Jaga Kesehatan Fisik dan Psikis

Rutin berolahraga, cukup tidur, konsumsi makanan bergizi, dan lakukan journaling untuk mempercepat pemulihan emosi.

3. Cari Dukungan

Berbagi cerita dengan sahabat, keluarga, atau profesional seperti psikolog akan sangat membantu, agar kamu tidak harus melewati fase ini sendirian.

Relapse phase bisa menjadi momentum untuk mengenal hal-hal yang sebelumnya belum sempat dilakukan.

Banyak psikolog menilai bahwa proses move on tidak selalu linear. Terkadang seseorang merasa sudah baik-baik saja, lalu tiba-tiba kembali sedih. Itulah yang disebut relapse phase.

Alih-alih dihindari, fase ini justru penting untuk membantu seseorang memproses emosi secara utuh. Dengan melewati fase ini, seseorang bisa benar-benar selesai dengan masa lalunya, bukan sekadar menahan perasaannya.

Tag:gen zMove onputus cintaRelapse phase
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gedung Perkantoran di SCBD Jakarta. (Sumber: Unsplash/Bayu Syaits)
Ekonomi Bisnis

Pasar Properti Jakarta Bangkit, Tingkat Hunian Kantor Tembus 76 Persen

Riset CBRE Indonesia mengungkapkan, pasar properti di Jakarta menunjukkan pemulihan yang semakin kuat di kuartal I-2026. Hal ini karena pasar properti tidak lagi didominasi oleh pengembangan yang sifatnya spekulatif, namun…

By
Anisa Aulia
Dusep
4 Min Read
Transfer Dana
Hype

Cara Transfer DANA Lewat BCA, Cepat dan Mudah

Cara transfer DANA lewat BCA kini bisa dilakukan dengan mudah melalui berbagai layanan digital maupun mesin ATM. Pengguna DANA melakukan transfer dengan cepat dan aman, baik ke sesama rekening BCA,…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Joint Declaration of Intent (JDI) oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley di Kantor Bappenas, Jakarta. (Sumber: Humas Bappenas)
Ekonomi Bisnis

RI Gandeng Airbus, Industri Dirgantara Didorong Tembus Pasar Global

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas resmi bekerja sama dengan Airbus memperkuat ekosistem dirgantara nasional. Kesepakatan ini ditandai dengan Joint Declaration of Intent (JDI) oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan…

By
Iren Natania
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Idiom buah
Cari Tahu

7 Idiom Buah yang Sering Salah Paham, Gen Z Wajib Tahu!

Kamu sering ketemu idiom bahasa Inggris yang pakai nama buah, tapi malah…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Penjual hewan kurban
Cari Tahu

Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Berkualitas Jelang Idul Adha 1447 H

Hanya tinggal beberapa pekan lagi, umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Hari…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
1 hari lalu
Ilustrasi flirting
Cari Tahu

Sering di Salah Artikan, Ini Arti Flirting dan Cara Meresponnya

Istilah flirting mungkin tidak terdengar asing di telinga anak Gen Z, karena…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
1 minggu lalu
Seorang Pria Sedang Menjelasakan Mengenai Istilah Bisnis
Cari Tahu

30+ Istilah Bisnis yang Wajib Dipahami Pemula Beserta Artinya

Kamu sedang atau berniat merintis bisnis, terus dengar berbagai istilah berbahasa Inggris…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
1 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up