Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 6 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Intoleransi Laktosa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan

Intoleransi Laktosa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Mei 6, 2026 1:36 pm
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa (Foto: Magnific)
SHARE

Apakah kamu pernah merasa perut kembung, diare, atau mual setelah minum susu atau makan es krim? Bisa jadi ini tanda bahwa kamu mengalami intoleransi laktosa. Kondisi ini cukup umum di Indonesia dan kerap disalahartikan sebagai alergi susu.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Intoleransi Laktosa?
  • Penyebab Intoleransi Laktosa
  • Gejala Intoleransi Laktosa
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa

Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Intoleransi laktosa adalah kondisi ketika tubuh kekurangan enzim laktase sehingga tidak mampu mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar, difermentasi oleh bakteri, dan menimbulkan berbagai gangguan pencernaan.

Ada perbedaan yang mencolok antara orang yang mengalami intoleransi laktosa dan alergi susu. Intoleransi laktosa ditandai dengan gangguan pencernaan, sedangkan orang yang alergi susu biasanya akan mengalami reaksi sistem imun yang bisa memicu ruam, gatal, sesak napas, hingga anafilaksis.

Gejala ini biasanya muncul dalam 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi produk susu seperti susu sapi, keju, es krim, atau yoghurt.

Penyebab Intoleransi Laktosa

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan RI, intoleransi laktosa terbagi menjadi beberapa jenis:

  1. Intoleransi Laktosa Primer

Disebabkan oleh faktor genetik. Produksi enzim laktase menurun seiring bertambahnya usia, umumnya mulai terasa saat remaja atau dewasa.

  1. Intoleransi Laktosa Sekunder

Dipicu oleh kondisi medis lain seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, infeksi usus, atau efek samping pengobatan tertentu seperti antibiotik jangka panjang.

  1. Intoleransi Laktosa dalam Masa Perkembangan

Terjadi pada bayi prematur karena sistem pencernaan belum matang. Kondisi ini biasanya bersifat sementara.

  1. Intoleransi Laktosa Bawaan

Kasus ini sangat jarang terjadi. Biasanya akibat kelainan genetik, di mana bayi lahir tanpa enzim laktase.

Gejala Intoleransi Laktosa

Gejala yang umum muncul meliputi sering buang angin, perut kembung, nyeri atau kram perut, diare, perut berbunyi (borborygmi), serta mual hingga muntah.

Tingkat keparahan gejala bisa berbeda pada setiap orang, tergantung jumlah laktosa yang dikonsumsi dan kemampuan tubuh mencerna laktosa.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri jika gejala muncul berulang setelah konsumsi susu. Pemeriksaan penting untuk memastikan diagnosis dan membedakannya dari kondisi lain seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), alergi protein susu sapi, penyakit celiac, atau radang usus.

Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga diperlukan untuk menjaga kecukupan nutrisi, terutama kalsium.

Pemeriksaan untuk Diagnosis

Untuk memastikan intoleransi laktosa, dokter dapat melakukan beberapa tes:

  1. Tes toleransi laktosa untuk mengukur respons kadar gula darah setelah minum larutan laktosa.
  2. Tes toleransi susu, mirip tes di atas, tetapi menggunakan susu sebagai bahan uji.
  3. Tes hidrogen napas, metode paling akurat untuk mendeteksi fermentasi laktosa.
  4. Tes keasaman feses, tes khusus untuk bayi dan anak-anak.

Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi ini secara permanen. Penanganan utama yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur pola makan:

  1. Batasi konsumsi produk tinggi laktosa.
  2. Pilih produk rendah atau bebas laktosa.
  3. Konsumsi susu bersama makanan lain.
  4. Gunakan suplemen enzim laktase sesuai anjuran dokter.
  5. Penuhi kebutuhan kalsium dari sumber non-susu seperti ikan (sarden, salmon), tahu, tempe, sayuran hijau, dan susu nabati (kedelai, almond, oat).

Mulailah dengan jumlah kecil produk susu untuk melihat toleransi tubuh. Banyak orang Asia, termasuk Indonesia, memiliki prevalensi intoleransi laktosa yang lebih tinggi karena faktor genetik.

Intoleransi laktosa bukan penyakit berbahaya, tetapi perlu dikelola agar tidak mengganggu kualitas hidup dan nutrisi. Dengan diagnosis yang tepat dan pengaturan diet, penderita tetap bisa sehat dan aktif.

Tag:alergiGejalaIntoleransi laktosapenyebabSusu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Aktifkan Bond Stabilization Fund Buat Selamatkan Rupiah, Efektifkah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengaktifkan dana stabilisasi obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF) dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan salah satunya untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah yang…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Penampakan kaos putih milik Andrie Yunus usai terkena cairan kimia.
Hukum

Begini Cerita Mengerikan Saksi soal Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Salah seorang saksi bernama Hidayat menceritakan kondisi Wakil Koordinator KontaS, Andrie Yunus setelah disiram oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026 lalu. Hal tersebut…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Kendaraan road train PT Sanggar Sarana Baja (SSB). (Sumber: Dok. SSB)
Ekonomi Bisnis

Produk Lokal “Naik Kelas”, Road Train SSB Kuasai Pasar Tambang Internasional

Inovasi kendaraan tambang buatan dalam negeri kembali mencuri perhatian global. PT Sanggar Sarana Baja (SSB), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), berhasil mengembangkan road train yang kini diakui sebagai…

By
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Virus
Kesehatan

Apa Itu Hantavirus? Wabah yang Serang Kapal Pesiar dan Tewaskan 3 Orang

Wabah hantavirus diduga menjadi penyebab kematian tiga orang setelah virus tersebut meyebar…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
1 hari lalu
Layananan kesehatan untuk masyarakat oleh RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
Kesehatan

Ekspansi Promosi ke Pasar Global Melalui Medical Tourism, Layanan Jantung Indonesia Bidik Pasien Mancanegara

Salah satu langkah strategis dalam memperluas promosi layanan kesehatan Indonesia di kancah…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
1 hari lalu
Layanan spesialistik kardiovaskular, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dalam rangkaian kegiatan Seminar Workshop Hospital & Medical Fair PERSI 2026 yang diselenggarakan pada 7–9 Mei 2026 di Novotel Bangka Hotel, Pangkal Pinang, Kep. Bangka Belitung.
Kesehatan

Layanan Kardiovaskular Didorong Lebih Terintegrasi Lewat Forum Kesehatan Nasional

Sebagai wujud nyata komitmen rumah sakit dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan nasional…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
1 hari lalu
Ilustrasi bikin garis rahang lebih tegas
Kesehatan

Mewing: Benarkah Tren Ini Bikin Garis Rahang lebih Tegas, Efektif Nggak Sih?

Belakangan ini, istilah mewing sering muncul di media sosial bahkan sampai ke…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up