Baru pengumuman penghentian operasi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, kini Pasukan militer AS, yang beroperasi di Teluk Oman telah melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran, pada Rabu, 6 Mei 2026.
Eskalasi itu terjadi setelah kapal Iran diduga gagal mematuhi peringatan blokade maritim AS yang sedang berlangsung.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal Iran tersebut, yang diidentifikasi sebagai M/T Hasna terlihat melintasi perairan internasional dalam perjalanan menuju pelabuhan Iran di Teluk Oman, sekitar pukul 09.00 Waktu Bagian Timur.
Pasukan AS pun mengeluarkan beberapa peringatan kepada kapal tanker tersebut, dan memberi tahu awak kapal bahwa kapal itu melanggar blokade.
Setelah awak Hasna gagal mematuhi peringatan berulang kali, pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 20mm pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari USS Abraham Lincoln (CVN 72). Hasna tidak lagi dalam perjalanan menuju Iran,”
ujar CENTCOM, dikutip dari Anadolu Ajansi, Kamis, 7 Mei 2026.
Blokade AS Atas Kapal di Pelabuhan Iran Tetap Berlaku
Menurut badan tersebut, blokade AS terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar pelabuhan Iran tetap berlaku penuh.
Sebagai informasi, ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April lalu melalui mediasi Pakistan, gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Sejak 13 April, AS juga telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.
Namun, pada 5 Mei lalu, Presiden Donald Trump sempat mengumumkan bahwa militer AS akan untuk sementara menghentikan “Freedom Project” untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.


