Hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas dengan saling menyerang kapal masing-masing yang melewati Selat Hormuz.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa AS telah melanggar gencatan senjata.
Dalam unggahan di media sosial resmi, IRGC mengatakan bahwa tentara AS telah menargetkan kapal tanker minyak Iran di dekat pelabuhan Jask.
Tidak tinggal diam, Iran pun mengirim serangan balasan. Menurut Angkatan laut Iran, hulu ledak eksplosif yang intens dan pengawasan intelijen menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada kapal AS.
Dan tiga kapal penyerang milik Amerika dengan cepat melarikan diri dari wilayah Selat Hormuz,”
kata Angakatan Laut Iran, dikutip dari BBC Internasional, Jumat, 8 Mei 2026.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah bahwa kapal mereka mengalami kerusakan.
Menurut CENTCOM, pasukan AS berhasil mencegat serangan Iran dan membalas dengan serangan pertahanan diri saat kapal perusak rudal Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman, 7 Mei.
CENTCOM juga membantah bahwa pihaknya menyerang kapal minyak Iran, dan mengklaim bahwa serangan lebih dulu dilakukan oleh pihak Teheran.
Pasukan Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil saat USS Truxtun (DDG 103), USS Rafael Peralta (DDG 115), dan USS Mason (DDG 87) melintasi jalur laut internasional. Tidak ada aset AS yang terkena serangan,”
kata CENTCOM dalam keterangan resmi.
Lebih jauh, Komando Pusat AS itu juga mengatakan telah melenyapkan serangan Iran yang menargetkan fasilitas militer AS, termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone, lokasi komando dan kendali, serta pusat intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
CENTCOM tidak mencari eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika,”
tutupnya.



