Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengklaim tabungan orang kaya di atas Rp5 miliar mengalami pertumbuhan di tengah gejolak global. Simpanan orang kaya tercatat tumbuh 21,6 persen di kuartal I-2026.
Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Untuk simpanan yang di atas Rp5 miliar, per Maret 2026 tumbuh 21,6 persen. Ini karena pengaruh dari penempatan dana SAL pemerintah di Bank Himbara,”
ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dikutip, Jumat, 8 Mei 2026.
Meski tidak ada penempatan dana pemerintah di perbankan senilai Rp300 triliun. Simpanan orang kaya di bank masih akan tumbuh 9,6 persen.
“Secara natural tumbuh, apalagi dana pemerintah ditempatkan di Himbara juga menambah jumlah tumbuhan dari simpanan,”
tutur Anggito.
Sementara, untuk tabungan di bawah Rp100 juta, yang mencerminkan kelompok masyarakat kelas menengah, tercatat masih tumbuh 1,84 persen.
Anggito menegaskan gejolak ekonomi global akibat perang di Timur Tengah tidak mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menyimpan uang.
“Jadi jawabannya tidak ada pengaruh gejolak global terhadap pola atau kebiasaan dari simpanan (masyarakat),”
terang dia.
Kemudian, untuk nominal porsi tabungan saldo di bawah Rp100 juta menyentuh 11,26 persen dari seluruh simpanan; sedangkan nominal tabungan di atas Rp5 miliar mencapai 57,88 persen dari seluruh simpanan.



