Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran, pada Kamis, 7 Mei 2026, bahwa pasukan AS akan menghancurkan Teheran setelah terjadi baku tembak di Teluk Persia. Trump juga menuduh Teheran memprovokasi bentrokan tersebut.
Klaim tersebut merujuk pada serangan Iran terhadap tiga kapal perusak Angkatan Laut AS, yang memicu serangan balasan Amerika.
“Mereka mempermainkan kita hari ini. Kita menghancurkan mereka,” kata Trump, dikutip dari Fox News, Jumat, 8 Mei 2026.
“Saya akan memberi tahu Anda jika tidak ada gencatan senjata. Jika tidak, Anda akan melihat cahaya besar (bom) keluar dari Iran,” ujar Trump.
Berbicara di Lincoln Memorial Reflecting Pool, Trump juga mendesak Iran untuk menandatangani proposal baru AS terkait kesepakatan nuklir.
“Pembicaraan berjalan sangat baik, tetapi mereka harus memahami, jika tidak ditandatangani, mereka akan mengalami banyak kesulitan. Itu (ledakan) bisa terjadi kapan saja, mungkin juga tidak, tetapi saya yakin mereka menginginkan kesepakatan itu lebih dari saya,” jelas Trump.
Sebelumnya, AS dan Iran juga dilaporkan sedang berupaya merundingkan rincian memorandum setebal satu halaman untuk mengakhiri permusuhan. Adapun isi dari proposal tersebut merupakan langkah-langkah terbaru di tengah kebuntuan atas konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara kedua negara.
“Memorandum yang diusulkan AS tersebut akan menetapkan kerangka kerja untuk pembicaraan di masa mendatang mengenai program nuklir Teheran,” menurut sebuah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Selain itu, pada 6 Mei 2026, Axios melaporkan bahwa kesepakatan itu akan melibatkan komitmen Republik Islam untuk moratorium pengayaan nuklir, pencabutan sanksi oleh pemerintahan Donald Trump dan pelepasan miliaran dana Iran yang dibekukan, serta pencabutan pembatasan transit di Selat Hormuz oleh kedua belah pihak.
Selain itu, jika proposal tersebut diterima dan diterapkan, akan sangat penting bagi ekonomi global.




