Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat 8 Mei 2026 menewaskan 3 pendaki dan menyebabkan 20 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penyisiran di kawasan gunung untuk mengevakuasi para pendaki yang terjebak di sekitar gunung.
Dilansir dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Gunung Dukono meletus pada pukul 07.41 WIT dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer ke udara. Letusan ini disebut sebagai salah satu erupsi terbesar dalam catatan aktivitas Gunung Dukono.
Kepala Basarnas setempat, Iwan Ramdani mengatakan puluhan personel telah dikerahkan untuk mencari para pendaki yang hilang. Dari total pendaki yang masih dicari, sembilan di antaranya diketahui merupakan warga Singapura.
3 Korban Meninggal
Sementara itu, Kepala Kepolisian Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu menyebut 3 korban meninggal dunia terdiri dari 1 WNI dan 2 WNA. Selain korban jiwa, sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka akibat erupsi tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, aktivitas Gunung Dukono masih berada pada status Level II atau Waspada.
Sejak akhir Maret 2026, aktivitas vulkanik gunung tersebut terus meningkat dengan rata-rata 95 kali erupsi per hari.
Tercatat sejak 30 Maret hingga awal Mei 2026, telah terjadi setidaknya 199 kali erupsi dengan ketinggian kolom erupsi 50-400 meter dari puncak.
PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman lontaran batu pijar, aliran lava, hingga potensi lahar hujan yang dapat mengalir melalui Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut.
Aktivitas Vulkanik
Kawasan pendakian ini sebenarnya telah resmi ditutup sejak 17 April 2026 karena adanya aktivitas vulkanik.
Namun, sejumlah pendaki dilaporkan masih memasuki area Gunung Dukono. Pihak berwenang menduga terdapat kelalaian dari pihak pegiat wisata atau penyelenggara pendakian yang tetap membawa wisatawan masuk.
Saat ini, BPBD Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu untuk mempercepat proses evakuasi dan pendataan korban.
Kepala Basarnas juga meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas vulkanik Gunung Dukono.
BNPB juga mengimbau warga agar tidak panik dan tetap waspada, terutama terhadap hujan abu vulkanik. Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.




