Istilah friends with benefits atau FWB belakangan semakin populer, terutama di kalangan anak muda dan pengguna media sosial. Hubungan ini sering dianggap sebagai bentuk hubungan modern yang lebih santai dibanding pacaran, tetapi tetap memiliki kedekatan emosional maupun fisik.
FWB atau Friends With Benefits adalah hubungan pertemanan yang melibatkan aktivitas intim atau seksual. Istilah ini menggambarkan hubungan teman tapi mesra tetapi berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik tanpa ikatan emosional.
Meski terdengar sederhana, FWB sebenarnya memiliki risiko yang cukup kompleks jika tidak dijalani dengan batasan yang jelas.
Apa Itu FWB?
FWB adalah hubungan pertemanan yang disertai kedekatan intim atau aktivitas seksual tanpa adanya status pacaran atau komitmen serius. Dalam hubungan ini, dua orang sepakat untuk tetap menjadi teman, tetapi juga memiliki hubungan fisik atau romantis tertentu.
Berbeda dengan pacaran, hubungan FWB biasanya tidak dibarengi tuntutan seperti kepastian hubungan, target menikah, atau kewajiban layaknya pasangan resmi.
Ciri-Ciri Hubungan FWB
Beberapa tanda yang umum ditemukan dalam hubungan FWB antara lain:
- Memiliki kedekatan fisik tanpa komitmen
- Saling menguntungkan terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan seksual.
- Fokus pada seksualitas
- Tetap bebas dekat dengan orang lain
- Fleksibel, memiliki aturan bervariasi dalam hubungan masing-masing.
Mengapa FWB Banyak Dijalani?
Ada beberapa alasan seseorang memilih hubungan FWB, selain karena bisa tetap merasa bebas, hal ini lebih mudah dijalani bagi seseorang yang tidak siap menjalani hubungan serius.
Kemudian, Karena hubungan FWB tidak memiliki ikatan secara formal, individu dalam hubungan FWB bisa lebih menikmati fleksibilitas yang lebih besar dalam memilih berbagai hal. Misalnya, kapan mereka ingin bertemu dan bagaimana mereka berinteraksi.
Oleh sebab itu opsi hubungan ini bisa menjadi sangat menarik bagi individu dengan aktivitas atau jadwal yang padat, dan lebih ingin memilih hubungan yang tidak mengikat.
Terakhir, hubungan seksual dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Pasalnya, aktivitas seksual melepaskan endorfin dan hormon bahagia. Hal ini bisa menciptakan perasaan positif dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan
Perkembangan aplikasi kencan dan media sosial juga membuat hubungan seperti ini semakin mudah terjadi. FWB yang disertai dengan aktivitas seksual atau tidak, bisa menimbulkan berbagai macam dampak negatif.
Risiko Menjalani FWB
Meski terlihat bebas dan santai, hubungan FWB tetap memiliki berbagai risiko yang perlu dipahami.
1. Sulit Mengelola Emosi
Salah satu risiko terbesar dari FWB kemungkinan munculnya perasaan yang lebih dalam. Salah satu pihak bisa mulai jatuh cinta dan berharap hubungan menjadi lebih serius.
2. Komunikasi yang Buruk
Risiko lain yang mungkin dihadapi saat menjalani FWB adalah Kurangnya komunikasi yang jujur.
3. Rentan Menimbulkan Sakit Hati
FWB dapat berakhir kapan saja tanpa komitmen yang jelas, sehingga memicu rasa kecewa.
4. Memicu kecemburuan
Walau bukan pasangan, rasa memiliki sering tetap muncul dan menimbulkan konflik.
Seperti hubungan seksual lainnya, FWB juga membawa risiko kesehatan, termasuk kemungkinan terjangkit penyakit menular seksual.
5. Risiko Tertular Penyakit Seksual
Hal ini disebabkan bila FWB melibatkan aktivitas seksual tanpa menggunakan pelindung seperti kondom, yang bisa meningkatkan risiko penularan penyakit seksual. Tak cuma itu saja, mereka yang sering bergonta ganti pasangan FWB juga berisiko tinggi tertular penyakit menular seksual.


