Membahas soal kuliner Indonesia memang sangat beragam, salah satunya adalah rujak. Rujak salah satu kuliner tradisional Indonesia yang memiliki banyak variasi di setiap daerah.
Makanan khas berbahan buah, sayur, hingga cuka ini dikenal dengan cita rasa unik perpaduan manis, pedas, asam, dan segar yang menggugah selera.
Tak heran jika macam-macam rujak di Indonesia selalu menarik perhatian pecinta kuliner karena setiap daerah memiliki racikan dan ciri khas tersendiri.
Di berbagai wilayah Indonesia, rujak hadir dengan bahan dan bumbu yang berbeda-beda. Ada rujak buah dengan sambal gula merah yang populer di Pulau Jawa, rujak cingur khas Jawa Timur yang memakai irisan cingur sapi, hingga rujak serut yang identik dengan buah-buahan segar.
Makanan Tradisional
Keberagaman ini membuat rujak tidak hanya menjadi makanan tradisional, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya kuliner Nusantara.
Nah kali ini Owrite.id akan merangkum jenis-jenis rujak yang ada di Indonesia. Berikut ulasannya dari laman Kementerian Pariwisata, Jumat, 15 Mei 2026.
1. Rujak Buah
Rujak buah adalah jenis yang paling umum ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Hidangan ini terdiri dari potongan buah segar seperti mangga muda, nanas, jambu, kedondong, dan mentimun, yang disajikan dengan bumbu kacang, gula merah, cabai, dan asam. Rasanya dominan manis, asam, dan pedas.
2. Rujak Cingur
Rujak cingur salah satu makanan khas dari Surabaya, yang terkenal karena perpaduan rasa unik antara gurih, manis, asam, dan sedikit pedas. Kata cingur sendiri dalam bahasa Jawa berarti hidung atau moncong sapi, yang menjadi bahan utama sekaligus ciri khas hidangan ini.
Dalam satu porsi rujak cingur, terdiri dari mentimun, bengkuang, nanas, tauge, kangkung, serta tambahan lontong, tahu, tempe, dan tentu saja potongan cingur yang telah direbus hingga empuk. Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan bumbu khas yang terbuat dari petis (pasta udang hitam), kacang tanah, gula merah, cabai, dan air asam, lalu diulek hingga menghasilkan saus kental berwarna gelap.
3. Rujak U Groh
Rujak u groh merupakan makanan tradisional khas dari Aceh yang memiliki cita rasa unik dan berbeda dari kebanyakan rujak di daerah lain. Dalam bahasa Aceh, “u” berarti kelapa dan “groh” berarti muda, sehingga rujak u groh secara harfiah berarti rujak kelapa muda.
Bahan utama rujak ini adalah serutan kelapa muda yang masih lembut, kemudian dicampur dengan berbagai bumbu khas seperti cabai, gula, garam, dan terkadang ditambahkan asam atau perasan jeruk untuk memberikan rasa segar.
Berbeda dengan rujak buah pada umumnya, rujak u groh tidak menggunakan bumbu kacang. Rasanya lebih sederhana namun khas, yaitu perpaduan gurih dari kelapa, pedas dari cabai, serta sedikit manis dan asam. Teksturnya juga lembut dan sedikit berair karena kelapa muda.
4. Rujak Juhi
Rujak juhi khas Jakarta ini memiliki ciri khas penggunaan “juhi” sebagai bahan utamanya. Juhi sendiri adalah cumi-cumi yang telah dikeringkan, kemudian direndam dan diolah kembali hingga empuk.
Rujak juhi biasanya terdiri dari campuran bihun, kentang rebus, kol, selada, dan mentimun, yang kemudian diberi potongan juhi. Semua bahan tersebut disiram dengan bumbu kacang yang kental, ditambah cuka atau air asam untuk memberikan rasa segar. Cita rasa rujak juhi cukup unik karena memadukan gurihnya seafood dari juhi dengan manis dan sedikit asam dari saus kacang.
5. Rujak Mie
Rujak mie yang berasal dari Palembang ini memiliki keunikan karena menggabungkan mie dengan cita rasa rujak yang segar dan gurih.
Berbeda dari rujak pada umumnya yang menggunakan buah sebagai bahan utama, rujak mie justru memakai campuran mie kuning dan bihun sebagai dasar. Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan irisan timun, tahu, dan kadang ditambahkan pempek atau kerupuk sebagai pelengkap.
Ciri khas utama rujak mie terletak pada sausnya, yang merupakan perpaduan antara kuah cuko (saus khas pempek yang asam-manis-pedas) dengan bumbu kacang. Kombinasi ini menghasilkan rasa yang kompleks: gurih dari kacang, asam segar dari cuko, serta sedikit pedas yang menggugah selera.
6. Rujak Kuah Pindang
Rujak kuah pindang hidangan Bali. Keunikan rujak ini terletak pada penggunaan kuah pindang, yaitu kuah kaldu ikan yang biasanya berasal dari ikan laut seperti tuna atau tongkol.
Berbeda dari rujak pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang, rujak kuah pindang memadukan potongan buah segar seperti mangga muda, kedondong, dan timun dengan siraman kuah pindang yang telah dibumbui cabai, terasi, garam, dan gula. Hasilnya adalah perpaduan rasa yang sangat khas: asam dari buah, pedas dari cabai, serta gurih dan sedikit amis dari kuah ikan.
Cita rasa rujak kuah pindang cenderung lebih tajam, sehingga sangat digemari oleh pecinta makanan dengan rasa kuat dan autentik. Hidangan ini juga mencerminkan budaya kuliner Bali yang sering menggabungkan unsur laut dengan bahan-bahan segar lokal.
7. Rujak Gobet
Bagi kamu yang ingin mengunjungi Malang, jangan lupa mencicpi rujak khasnya, yaitu rujak gobet. Sebenarnya, rujak ini sama seperti jenis rujak lainnya, karena disajikan dengan buah-buahan seperti mangga muda, bengkuang, nanas, dan timun diserut halus (digobet). Namun, versi Malang biasanya memiliki tambahan kuah yang lebih segar dan sedikit encer, terbuat dari campuran gula merah, air, cabai, garam, dan terkadang diberi perasan jeruk atau asam untuk menambah kesegaran.
Keunikan rujak gobet terletak pada kuahnya yang lebih “ringan”, sehingga terasa seperti minuman sekaligus makanan. Buah yang diserut halus membuat bumbu cepat meresap, menghasilkan rasa manis, asam, dan pedas yang seimbang. Rujak ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas karena memberikan sensasi segar, dan menjadi salah satu jajanan khas yang cukup populer di Malang.
8. Rujak Es Krim
Rujak es krim cukup populer di Yogyakarta. Hidangan ini cukup unik karena menggabungkan kesegaran buah dengan manis dan lembutnya es krim.
Rujak es krim terdiri dari potongan buah segar seperti mangga muda, nanas, pepaya, dan kedondong, yang kemudian disajikan bersama es krim (umumnya rasa vanila atau cokelat). Di atasnya ditambahkan bumbu rujak yang terbuat dari campuran gula merah, cabai, dan sedikit asam, sehingga menciptakan perpaduan rasa manis, pedas, asam, dan dingin dalam satu sajian.
Keunikan rujak es krim terletak pada rasanya yang kontras, perpadukan dinginnya es krim dengan dengan pedasnya bumbu rujak dan segarnya buah. Kombinasi ini memberikan sensasi yang berbeda, sehingga banyak digemari terutama oleh kalangan muda dan wisatawan.
9. Rujak Bulung
Rujak Bulung cukup terkenal di Bali dan Lombok. Nama “bulung” berasal dari bahasa lokal yang berarti rumput laut, karena bahan utamanya memang rumput laut yang sudah direbus atau dikeringkan.
Rujak bulung biasanya dibuat dengan mencampurkan rumput laut dengan potongan buah segar seperti mangga muda, kedondong, nanas, atau timun. Setelah itu, disiram dengan bumbu rujak yang terdiri dari gula merah, cabai, garam, dan kadang perasan jeruk atau asam jawa untuk menambah rasa segar.
Ciri khas rujak bulung adalah teksturnya yang kenyal dan sedikit lembek dari rumput laut, berpadu dengan rasa manis, asam, dan pedas dari bumbu. Hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga dikenal sehat karena kandungan serat dan mineral dari rumput laut.
10. Rujak Soto
Rujak soto adalah variasi rujak khas dari Banyuwangi, yang unik karena memadukan rujak cingur dengan kuah soto. Rujak soto biasanya terdiri dari sayuran segar seperti kangkung, tauge, kol, lontong, tahu, tempe, dan potongan cingur (moncong sapi). Yang membedakan rujak soto dan rujak cingur adalah kuah soto panas yang dituangkan di atas bahan-bahan tersebut. Kuah soto ini terbuat dari kaldu daging atau sapi, dicampur bumbu soto yang gurih dan aromatik.


