Presiden Prabowo membanggakan capaian perkembangan dana kedaulatan (sovereign wealth fund) Indonesia yang kini dikenal sebagai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias BPI Danantara.
Meski baru dibentuk pada tahun 2025, institusi pengelola dana abadi dan investasi negara ini diklaim telah menempati posisi kelima terbesar di dunia berdasar nilai aset yang dikelola.
“Dana kedaulatan Indonesia mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar. Indonesia kelima terbesar di dunia. (Danantara) baru dibentuk tahun 2025,”
kata Prabowo, dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026.
Ia pun membandingkan dengan negara lain yang mempunyai lembaga serupa.
“(Institusi pengelola dana) Abu Dhabi dibentuk tahun 1976, Tiongkok (bentuk lembaga pada) 1990, Norwegia yang negara sangat kecil, (tapi) tabungannya sangat besar. Indonesia bahkan di atas Qata, Saudi Arabia, Singapura,”
terang Prabowo.
Pembentukan dan penguatan Danantara periode 2025-2026 ia sebut sebagai investasi jangka panjang. Prabowo menekankan hasil nyata dan nilai kebijakan mendasar yang diambil oleh pemerintah saat ini bakal dirasakan secara penuh oleh generasi muda dalam waktu satu hingga dua dekade mendatang.
“Nanti 10 tahun, 20 tahun lagi. Masih banyak yang (generasi) muda-muda, ya. Lihat tanggal, lihat tahun, Saudara akan lihat apa yang kami buat tahun 2025-2026 ini adalah hal-hal yang mendasar,”
ujar dia.
Profil Lembaga
Merujuk pada situs Danantara Indonesia, lembaga tersebut menjalankan mandat strategis negara dalam mengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan mengoordinasikan antara Holding Operasional dan Holding Investasi guna memastikan kegiatan operasional dan investasi selaras serta terlaksana secara efektif.
Danantara dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Sebagai lembaga independen di bawah Presiden dan memiliki mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN guna mendukung pencapaian misi Asta Cita, rencana strategis nasional, serta program pemerintah dalam mempercepat industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi.
Lembaga ini pun bertujuan untuk memperkuat tata kelola aset negara, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Visinya adalah menjadi badan pengelola investasi terbaik di dunia yang berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja.
Mei ini, Danantara menyelenggarakan Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN sebagai forum strategis demi menyelaraskan visi, arah kebijakan, dan rencana kerja transformasi digital di seluruh ekosistem BUMN dalam satu orkestrasi terpadu.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui percepatan transformasi digital di lingkungan BUMN, sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional, serta mendorong industrialisasi produk digital Indonesia.
Rapat dipimpin oleh Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa. Dihadiri oleh sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN dari berbagai sektor strategis. Kolaborasi dan sinergi yang lebih terkoordinasi, transformasi digital BUMN diharapkan berjalan lebih terukur, efektif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja operasional dan bisnis.

