Presiden Prabowo menegaskan perihal ketahanan pangan bukan sekadar soal komoditas ekonomi biasa, tapi berkaitan dengan kelangsungan hidup suatu bangsa.
Maka ia menolak keras pandangan Yang menilai pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri lebih efisien jika terus mengandalkan impor.
“Kenapa saya juga agak mengerti masalah (soal pangan)? Karena saya dulu mantan tentara. Saya mantan komandan, saya mantan panglima. Seorang komandan pasukan tempur yang dipikirkan tidak hanya peluru. Sebelum kami berangkat operasi, kami cek berapa beras yang kami punya. Kalau pasukan tidak ada beras, tidak makan, (maka) tidak bisa perang,”
kata Prabowo, dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026.
Dia bilang sejarah membuktikan kekuatan tentara Indonesia sejak masa perang kemerdekaan selalu disokong oleh para petani di pedesaan. Maka, kedaulatan pangan tidak bisa diukur dari perbandingan harga internasional terkini.
“Pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa. Saya tidak memandang pangan sebagai sekadar komoditas. Pangan adalah masalah survival suatu bangsa. Jadi saya tidak ikut paham-paham yang mengatakan bahwa beras, jagung, lebih efisien kalau impor. Survival bangsa bukan sekadar lebih murah, tapi ada atau tidak?”
tegas Prabowo.
Bantu Tetangga
Berkat komitmen penguaatan pangan lokal, Prabowo menyatakan Indonesia kini berada di posisi relatif aman di tengah krisis global. Kondisi ini berbanding terbalik dengan negara lain yang kini mengantre membeli beras dari Indonesia akibat kebijakan proteksi negara produsen seperti Bangladesh dan India.
“Beberapa hari yang lalu India mengumumkan tutup tidak ekspor beras, jagung, gandum. India tutup, disusul oleh Bangladesh. Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga kepada Indonesia (untuk beli beras),”
ucap dia.
Harus Cuan
Presiden pun mengingatkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk membantu negara-negara yang krisis pangan, namun wajib tetap menjaga stabilitas harga agar petani lokasi tak merugi.
“Kalau mereka (negara lain) butuh, kami harus bantu. Kami jual kepada mereka. Tapi harganya yang oke. Jangan petani Indonesia jadi korban. Harga harus minimal untung sedikit, Pak Amran. Jangan jual terlalu murah. Ingat, krisis (pangan dan global) bisa lama, yang utama amankan rakyat Indonesia dahulu,”
tegas Prabowo.


