Presiden Prabowo mengaku sedih setiap hari mendapat laporan bahwa banyak pejabat publik yang menyeleweng.
Hal itu ia sampaikan dalam pidato di hadapan masyarakat saat menghadiri acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.
“Saya geleng-geleng kepala, saya sedih. Setiap hari saya mendapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng, saya sedih,”
ujar Prabowo seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, 17 Mei 2026.
Apalagi para penyeleweng merupakan orang-orang yang ia percaya.
“Orang yang saya angkat, saya bina, saya kasih kehormatan, diberi jabatan yang penting. Begitu dia menjabat, menyeleweng, mencuri uang rakyat, bagaimana? Apa yang harus saya buat?”
tambah Prabowo.
Prabowo pun menceritakan momen Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menghadap kepadanya dalam keadaan gemetar. Sebab, ia melaporkan orang-orang yang menyeleweng adalah orang-orang terdekat Prabowo.
Kemudian, dengan tegas Prabowo memberikan perintah untuk melanjutkan pemeriksaan tersebut. Menurutnya, pejabat tersebut dekat atau tidak dengannya, tetap ditindak jika melanggar hukum.
“Jadi dia minta petunjuk, apakah boleh diteruskan pemeriksaan, karena dia tahu ini dekat sama Presiden. Dia lihat saya hati-hati. Masalahnya apa? Teruskan pemeriksaan. Tidak ada orang Prabowo, bukan orang Prabowo (yang) dekat sama saya, yang tidak ada urusan. Kalau ada indikasi (penyelewengan), periksa!”
tegas Prabowo.
“Justru kalau diberi kehormatan, harus lebih hati-hati dan lebih jaga. Bukan diberi wewenang kepercayaan, malah merasa di atas dan merasa negara ini bodoh,”
sambung dia.
Prabowo menegaskan di era digital ini seluruh pergerakan anggaran dan birokrasi sudah terpantau secara ketat. Sehingga tindakan penyelewengan cepat atau lambat pasti akan ketahuan.
Ia kembali menegaskan tidak pandang bulu untuk menindak tegas pelaku penyelewengan. Hal itu berlaku juga bagi kader Partai Gerindra.
“Siapapun begitu menjabat jabatan negara. Jabatan berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat. Mau partai saya sendiri, Gerindra. Cek, sudah berapa yang diproses dan ditahan,”
ucap Prabowo.

