Majas hiperbola adalah salah satu jenis majas atau gaya bahasa yang paling banyak digunakan. Biasanya digunakan para penulis untuk menyusun naskah karya sastra seperti puisi, pidato, atau sekedar untuk menyampaikan pesan dengan bahasa singkat.
Karakteristik utama dari majas hiperbola ini adalah menjelaskan sesuatu dengan melebih-lebihkan, serta mampu memengaruhi pembacanya memberikan efek dramatis. Maka itu, majas ini sering dipakai orang untuk menjelaskan kondisi emosional seperti senang, sedih, hingga kemarahan.
Nah kali ini Owrite.id akan merangkuam pengertian, ciri-ciri dan contoh majas hiperbola.
Pengertian Majas Hiperbola
Dalam KBBI, majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuai yang lain atau kiasan. Sedangkan hiperbola berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu huperbole yang artinya berlebihan atau melampaui.
Dalam buku Implementasi Majas dalam Sosiolinguistik karya Indras Tiawan (2024:26), majas hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, membesar-besarkan, dan membandingkan sesuatu baik jumlah, ukuran, atau sifat dengan cara cenderung hamper tidak masuk akal.
Selain itu, majas hiperbola juga termasuk bagian dari jenis majas perbandingan bersama dengan majas personifikasi, metafora, asosiasi, dan eufemisme.
Sederhananya, gaya bahasa ini berupa ungkapan kiasan yang tulisan atau ucapannya dilebih-lebihkan dari kondisi yang sebenarnya. Jadi tidak heran, jika kalimat bermajas hiperbola ini berfokus untuk memberikan kesan atau efek berlebihan.
Ciri Majas Hiperbola
Adapun ciri yang bisa ditemukan dalam majas hiperbola yaitu:
- Bersifat dramatis dan menunjukkan emosional.
- Memperbesar suatu konsep atau objek secara berlebihan.
- Memengaruhi pembaca untuk ikut merasakan emosional tulisan majas tersebut.
Contoh Majas Hiperbola
Setelah mengenal apa itu majas hiperbola, berikut beberapa contoh majas hiperbola dalam keseharian
- Aku lelah sekali, rasanya seperti mau mati
- Ayah menunggu ibu berdandan seperti seribu tahun lamanya
- Tupai itu lari secepat kilat
- Aku sudah memanggilnya sejuta kali tapi tetap tidak terdengar.
- Setelah putus cinta, hatiku hancur berkeping-keping.
- Panas matahari siang ini membakar kulitku.
- Teriakannya memekakkan telingaku.
- Saat ditinggal pergi, wajahnya dibanjiri air mata.
- Ibu Nani seperti malaikat karena selalu membantu tetangganya yang kesulitan.
- Cuacanya dingin sekali sampai mati rasa.
- Kerjaan hari ini terlalu berat, rasanya otakku mau meledak.
- Kelas ini sepi sekali seperti kuburan.
- Aku dimarahi ibu sampai kupingku panas.
- Hari ini kepalaku mau pecah, pusing sekali.
- Kulihat Dina sibuk sekali sampai tidak sempat bernapas.
- Setiap hari adikku selalu main sampai lupa waktu.
- Cintaku padamu setinggi gunung seluas samudra.
- Setiap hari masalah selalu datang seperti tidak berujung.
- Saking senangnya bikin aku senyum seharian.
- Panasnya bikin tenggorokan kering kerontang.
- Saat pergi ke pasar, aku selalu lapar mata ingin beli semuanya.
- Malunya sampai ingin menghilang dari bumi.
- Cantiknya sampai menggetarkan seluruh jiwaku.
- Saat perayaan wisuda, tangis ibuku pecah menyaksikan anaknya lulus sarjana.
- Suara ketawanya menggelegar menggetarkan seluruh ruangan.
Majas hiperbola ini tanpa sadar sering sekali kita dengar atau bahkan diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun memiliki kesan berlebihan, majas hiperbola ini bisa bantu menjelaskan emosi atau perasaan kita dengan lebih baik kepada orang lain.
Selain itu, majas hiperbola juga bisa digunakan untuk gaya bahasa dalam karya sastra. Dengan 25 contoh majas hiperbola, diharapkan bisa meningkatkan kreativitas dalam menciptakan karya sastra baru.

