Tata cara salat tasbih beserta bacaannya perlu diketahui jika ingin mengamalkan ibadah tersebut. Salat Tasbih merupakan salah satu salat sunnah yang dikenal memiliki banyak keutamaan.
Disebut salat tasbih karena terdapat bacaan tasbih di setiap gerakannya sebagai bentuk dzikir dan pengagungan kepada Allah SWT. Banyak umat Muslim mengerjakan salat Tasbih untuk memohon ampunan dosa, ketenangan hati, hingga mendekatkan diri kepada Allah.
Salat Tasbih dapat dilakukan pada siang maupun malam hari. Sebagian ulama menganjurkan agar salat ini dilakukan sekali sehari, seminggu sekali, sebulan sekali, atau minimal sekali seumur hidup.
Pengertian Salat Tasbih
Salat Tasbih adalah salat sunnah yang di dalamnya terdapat bacaan tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Bacaan tasbih tersebut berbunyi:
سبحان الله والحمد الله ولاإله إلا الله والله اكبر
Subhanallahi walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar.
Artinya:”Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Salat ini disebut salat Tasbih karena bacaan tasbih menjadi bagian utama dalam pelaksanaannya. Tata cara salat tasbih ditulis oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Al-Minhajul Qawim, yang berbunyi:
و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة
Artinya: “dan (termasuk salat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm)
Berdasarkan hadist tersebut, dapat disimpulkan bahwa tata cara salat tasbih adalah sebagai berikut:
- Niat Salat Tasbih
اصلي سنة التسبيح ركعتين الله تعالى
Ushalli sunnatat tasbiihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat salat sunnah Tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Jika dilakukan empat rakaat sekaligus, niatnya dapat disesuaikan.
2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.
3. Pada saat ruku’ sebelum bangun untuk i’tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kemudian bangun untuk i’tidal.
4. Pada saat i’tidal sebelum turun untuk sujud terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.
5. Pada saat sujud yang pertama sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk.
6. Pada saat duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melakukan sujud yang kedua.
7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.
8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat yang kedua, namun terlebih dahulu duduk untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.
Dengan demikian maka dalam satu rakaat telah terbaca tasbih sebanyak 75 kali. Untuk rakaat yang kedua tata cara pelaksanaan shalat dan jumlah bacaan tasbihnya sama dengan rakaat pertama, hanya saja pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud sebelum salam terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian membaca salam sebagaimana biasa sebagai penutup shalat.
Salat Tasbih menjadi salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan untuk memperbanyak dzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan membaca tasbih dalam salat, umat Muslim diharapkan dapat memperoleh ketenangan hati, ampunan dosa, serta meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.


