FIFA bersama International Football Association Board (IFAB) resmi memperkenalkan sejumlah perubahan dalam Laws of the Game yang akan mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.
- 1. Menutup Mulut Saat Konfrontasi Bisa Berujung Kartu Merah
- 2. Walk Out atau Meninggalkan Lapangan Akan Dihukum Tegas
- 3. Batas Waktu Lima Detik untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang
- 4. Pergantian Pemain Harus Lebih Cepat
- 5. Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan Selama Satu Menit
- 6. Aturan Khusus untuk Cedera Kiper
- 7. VAR Mendapat Wewenang Lebih Luas
- 8. Hadirnya Jeda Hidrasi di Setiap Babak
Regulasi baru tersebut juga akan digunakan pada berbagai kompetisi sepak bola dunia mulai musim 2026/2027.
Perubahan aturan ini dibuat untuk meningkatkan kualitas pertandingan, mempercepat tempo permainan, mengurangi pemborosan waktu, hingga menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pemain dan penonton.
Amandemen ini bertujuan mengatasi diskriminasi, mengurangi pemborosan waktu, meningkatkan tempo pertandingan, dan meningkatkan pengalaman pemain dan fans,”
kata Kepala Petugas Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, dikutip dari Reuters.
1. Menutup Mulut Saat Konfrontasi Bisa Berujung Kartu Merah
Aturan pertama menyasar tindakan pemain yang menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau kaus saat terlibat konfrontasi di lapangan.
Pemain yang melakukan hal tersebut akan langsung mendapat kartu merah. Namun, aturan ini tidak berlaku jika pemain menutupi mulut saat berbicara biasa dengan rekan setim maupun lawan.
Regulasi ini muncul setelah kasus pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang dituding melontarkan hinaan diskriminatif kepada Vinicius Jr saat berbicara dengan mulut tertutup kaus.
2. Walk Out atau Meninggalkan Lapangan Akan Dihukum Tegas
FIFA juga memperketat aturan terkait aksi protes berlebihan di lapangan. Pemain yang meninggalkan pertandingan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit akan mendapat kartu merah.
Hal yang sama berlaku bagi ofisial tim yang mendorong pemain melakukan aksi tersebut. Jika sebuah tim menyebabkan pertandingan terhenti karena walk out, maka tim tersebut akan dinyatakan kalah.
Aturan ini lahir setelah insiden final Piala Afrika awal tahun ketika Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti.
3. Batas Waktu Lima Detik untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang
Untuk mengurangi praktik membuang waktu, wasit kini akan menerapkan batas lima detik saat melakukan lemparan ke dalam maupun tendangan gawang. Wasit akan melakukan hitung mundur dan memberikan isyarat dengan tangan.
Apabila lemparan ke dalam tidak dilakukan hingga waktu habis, bola akan diberikan kepada lawan. Sementara jika tendangan gawang terlambat dilakukan, lawan akan memperoleh hadiah tendangan sudut.
4. Pergantian Pemain Harus Lebih Cepat
Aturan baru juga mengatur proses pergantian pemain.
Pemain yang ditarik keluar hanya memiliki waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan setelah papan pergantian diangkat.
Pemain wajib keluar melalui titik terdekat di garis lapangan. Jika melebihi batas waktu, pemain pengganti baru bisa masuk setelah satu menit atau pada penghentian permainan berikutnya. Pengecualian diberikan apabila terdapat cedera atau alasan keselamatan tertentu.
5. Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan Selama Satu Menit
Pemain yang mendapatkan perawatan medis di dalam lapangan harus keluar selama satu menit setelah pertandingan kembali dimulai. Tujuannya adalah untuk mengurangi potensi pemborosan waktu akibat simulasi cedera.
Namun aturan ini tidak berlaku dalam beberapa kondisi khusus, seperti cedera kiper, benturan keras yang membutuhkan penanganan serius, gegar otak, atau jika pemain yang cedera akan mengambil tendangan penalti.
6. Aturan Khusus untuk Cedera Kiper
Dalam situasi penjaga gawang sedang mendapat perawatan medis di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan area permainan untuk menerima instruksi dari pelatih.
Aturan ini dibuat guna menjaga netralitas serta menghindari penggunaan momen cedera sebagai sarana komunikasi taktis.
7. VAR Mendapat Wewenang Lebih Luas
Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) akan diperluas pada sejumlah situasi pertandingan.
VAR kini dapat membantu mengoreksi keputusan terkait kartu kuning kedua, kesalahan identifikasi pemain, hingga keputusan sepak pojok yang dianggap keliru oleh wasit lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan selama pertandingan berlangsung.
8. Hadirnya Jeda Hidrasi di Setiap Babak
Perubahan menarik lainnya adalah penerapan jeda hidrasi selama tiga menit pada setiap babak pertandingan. Jeda tersebut umumnya dilakukan di sekitar menit ke-22. Namun, wasit memiliki kewenangan untuk menyesuaikan waktunya sesuai situasi di lapangan.
Sebagai contoh, jika terjadi cedera yang membutuhkan perawatan pada menit ke-20, wasit dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai waktu jeda hidrasi bagi kedua tim.

