Kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026 memunculkan reaksi dari Istana Negara. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan dukungan penuh dan pesan optimistis agar seluruh masyarakat tetap bangga dan mencintai perjuangan skuad Garuda.
Kendati hasil akhir belum sesuai harapan, perjuangan panjang Jay Idzes dan kawan-kawan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi catatan positif.
Ini adalah pencapaian terbaik Indonesia dalam kualifikasi menuju Piala Dunia sejak 1986 dua tahun perjuangan yang menunjukkan perkembangan pesat sepak bola Tanah Air.
Pesan Menyentuh dari Istana
Dalam keterangannya usai rapat terbatas bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Minggu (12/8), Prasetyo Hadi meminta masyarakat tetap memberikan dukungan tanpa henti kepada Timnas Indonesia.
“Kita coba lagi, kita evaluasi, kita perbaiki. Jangan patah semangat dan jangan pernah lelah mencintai Timnas,” ujar Pras.
“Kemarin malam mereka main luar biasa bagus sebenarnya, tapi mungkin nasib belum berpihak,” lanjutnya menyinggung laga melawan Irak.
Perjuangan yang Belum Usai
Timnas Indonesia menutup langkah di fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun masing-masing dari Arab Saudi dan Irak.
Hasil tersebut menempatkan skuad Garuda di posisi terbawah Grup B, sekaligus menutup peluang menuju babak kelima.
Namun, penampilan Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert mendapat apresiasi dari banyak pihak. Permainan yang berani, disiplin, dan penuh semangat menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Irak dan Arab Saudi Bersaing Ketat
Sementara itu, kemenangan Irak atas Indonesia membuat mereka mengoleksi tiga poin sama dengan Arab Saudi. Namun, Irak harus puas berada di posisi kedua karena kalah produktivitas gol.
Posisi puncak Grup B akan ditentukan dalam laga penentu antara Irak vs Arab Saudi di Stadion King Abdullah, Jeddah, pada Rabu (15/10) dini hari WIB.
