Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai pembangunan pondok pesantren (Ponpes) secara gotong royong merupakan inisiatif dari para santri itu sendiri.
Hal itu sudah menjadi tradisi di lingkungan ponpes dengan istilah ROAN atau dengan kerja bakti santri di pesantren.
Sekretaris Dewan Syuro PKB, Saifullah Maksum mengatakan, tradisi ROAN sendiri untuk mengakali minimnya budget pembangunan pondok pesantren.
Kenapa ada ROAN, ada mekanisme dan sistem ROAN?. Karena itu bagian dari efisiensi dan cara pesantren menyiasati, mengatasi keterbatasan dalam hal pembiayaan untuk sumber daya,” kata Syaifullah di DPP PKB, Rabu (15/20/2025).
Syaifullah mengakui selama ini kelemahan pembangunan ponpes tidak adanya suntikan dana dari pemerintah. Umumnya pembangunan tersebut juga hanya mengandalkan dana swasta maupun swadaya.
Untuk itu, PKB berharap kedepannya pemerintah mau ikut ROAN bersama para santri, lalu desain konstruksinya oleh arsitektur ahlinya.
Jangan terus, wah dikecam terus, oh salah, iya memang selama ini ada kelemahan itu, ya ayo dibantu, jangan terus dipojokkan, terus ujungnya apa masih percaya kalau, itu yang nggak enak, ya di bantulah, wong ini juga milik kita, milik warga negara kita,” ujarnya.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana akan memberikan pelatihan pembangunan gedung kepada para santri.
Hal itu menyusul insiden robohnya bangunan pondok pesantren Al Khoziny. Langkah tersebut agar budaya gotong royong di lingkungan pondok pesantren tetap terjaga. Diharapkan bangunan yang dibuatn bisa memiliki standar konstruksi yang lebih bagus.


