Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memberikan target kepada kontingen Indonesia pada gelaran SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand 9-20 Desember 2025.
Pada gelaran kali ini, Erick Thohir meminta kontingen Indonesia harus tetap berada di tiga besar. Sama seperti di ajang dua tahun sebelumnya yang berlangsung di Kamboja.
Kita mau target kita (di SEA Games 2025) tetap, paling tidak bisa ranking tiga lagi (seperti pada SEA Games Kamboja 2023),” kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI ini mengatakan target yang diberikan oleh pemerintah ini memang tidak mudah. Karena pada SEA Games 2025 banyak cabang olahraga (Cabor) yang tidak dipertandingkan.
Terlebih cabor-cabor yang tidak dipertandingkan pada SEA Games 2025 adalah cabor penyumbang emas untuk Indonesia. Ini yang membuat kerugian bagi kontingen Indonesia.
Sampai dengan saat ini, Kemenpora mencatat ari 87 nomor yang menyumbang emas untuk Indonesia di SEA Games Kamboja 2023, terdapat 41 nomor yang tidak dipertandingan di SEA Games Thailand nanti.
Dengan demikian, Indonesia diproyeksikan hanya mendapatkan 46 medali emas. Jumlah ini masih jauh dari jumlah yang didapat pada gelaran SEA Games 2023 lalu.
Kalau kita mau ranking tiga itu harus 82 sampai 90 emas, tapi ini harus benar-benar dilihat cabor mana yang bisa mendapatkan emas,” katanya.
Lebih lanjut, mantan Menteri BUMN ini menjelaskan, dari hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya dengan NOC, ada potensi penambahan sebanyak 32 medali emas untuk gelaran ini.
Namun, jika ditambahkan dengan peluang perolehan sebelumnya (46 emas) juga masih belum bisa mengamankan posisi ranking tiga.
Karena realitas hari ini (belum bisa mencapai) ranking tiga. Jadi benar-benar harus dipikirkan untuk masalah perolehan medali ini,” katanya.
Saat ini Menpora, akan mendeteksi dan meninjau kembali beberapa federasi agar bisa melihat kemampuan cabor tersebut meraih emas di SEA Games.
Kini dalam waktu yang tersisa sekitar 1,5 bulan menuju SEA Games 2025, pemerintah dan NOC harus segera memetakan cabor-cabor mana yang bisa menghasilkan emas untuk Indonesia.
