Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, akan menindak tegas oknum Bea dan Cukai nakal yang menyulitkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pernyataan ini sebagai respons atas keluhan yang disampaikan oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang mengatakan bahwa ada oknum Bea Cukai yang merugikan pelaku usaha kecil, lantaran meloloskan barang ilegal.
Kenapa nggak lapor saya? Kenapa lapornya sama Anda? Kalau sama saya, saya beresin sebelah mana, ini pemainnya siapa. Nanti kita beresin,” tegas Purbaya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Purbaya menjelaskan, saat ini tengah melakukan bersih-bersih kinerja Bea Cukai. Langkah pertama yang sedang dijalankannya ialah mendata oknum nakal di sektor tersebut, dia pun berjanji akan menindak oknum nakal di Bea Cukai.
Saya sedang giatkan lagi biar cukai untuk melist atau memperbaiki kinerjanya. Jadi pertama kita list pemain-pemainnya siapa aja sih. Mereka rupanya udah tau, nanti kita tangkap proses satu persatu,” katanya.
Nanti juga yang jalur-jalur hijau akan kita tetap periksa random. Jadi apalagi kalau dapet Pak Maman ada masalah seperti itu, kasih tau saya, jangan kasih tau Anda. Nanti saya beresin,” sambungnya.
Layanan Aduan Lewat WA
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyampaikan sudah resmi membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp bernama ‘Lapor Pak Purbaya’. Layanan ini dibuka agar masyarakat bisa menyampaikan keluhan terkait permasalahan di sektor pajak dan bea cukai.
Purbaya mengatakan, laporan yang disampaikan masyarakat bisa berkaitan dengan perilaku petugas pajak dan bea cukai. Dengan ini masyarakat dapat melapor ke nomor WhatsApp 082240406600.
Ini buat publik yang punya keluhan terhadap masalah pajak atau pegawai pajak, atau pegawai bea cukai yang ngaco, yang menurut mereka ngaco. Atau masalah pajak apapun dan bea cukai ke nomor ini staff saya sudah standby di sana,” ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Rabu (15/10/2025).
Kendati demikian, Purbaya mengatakan meski masyarakat sudah membuat aduan, laporan tersebut tidak langsung diproses saat itu juga. Namun, laporan yang masuk akan dikumpulkan terlebih dahulu dan diseleksi untuk ditindaklanjuti.
Bukan pasti dibalas, kita desain sistem yang langsung jawab tapi belum tindak lanjuti ya. Nanti ada tim yang memilih yang mana yang paling signifikan,” terangnya.
Seleksi laporan itu kata Purbaya, dilakukan sebagai pengecekan apakah aduan yang masuk betul terjadi. Ketika laporan tersebut telah terverifikasi, baru laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Purbaya.
Begitu divalidasi, oke kita akan follow-up. Jadi harusnya semaksimal mungkin kita follow-up sampai nggak ada lagi yang ngeluh. Follow-up, kita lihat apa sih masalahnya, kalau petugasnya yang salah, kita sikat petugasnya, kalau yang lapor yang salah kita hajar yang lapornya,” ujarnya.



