Kalau ngomongin band legendaris Jepang, L’Arc~en~Ciel, udah nggak perlu diragukan lagi soal kualitas mereka dalam nyiptain lagu-lagu yang ngena di hati. Dengan vokal khas Hyde yang penuh emosi dan nuansa megah khas band ini, hampir semua karya mereka terasa abadi.
Salah satu yang paling berkesan tentu aja “Hitomi no Jyuunin” (瞳の住人). Dirilis tahun 2004, lagu ini bukan cuma memanjakan telinga lewat aransemennya yang megah, tapi juga menyentuh jiwa lewat liriknya yang dalem banget, cerita tentang kerinduan, keinginan untuk tetap dekat, dan rasa yang nggak lekang dimakan waktu.
Lirik dan terjemahnya
- kazo e kirenai demo sukoshino saigetsu wa nagare (数え切れない…でも少しの歳月は流れ)
(Tak terhitung… tapi sedikit waktu telah berlalu) - ittai kimi o kotowo dorekurai wakatterunokana (一体君の事をどれくらい分かってるのかな)
(Sebenarnya, seberapa banyak aku mengerti tentangmu?) - yubisaki de chizu tadoru youni wa umaku ikanaine (指先で地図辿るようには上手くいかないね)
(Menelusuri peta dengan ujung jari tak berjalan lancar, ya) - kizuiteiruyo fuan souna kao kakushiteru kurai (気付いているよ 不安そうな顔 隠してるくらい)
(Aku sadar, kau menyembunyikan wajah cemasmu) - isogi ashi no ashita heto teikou suruyouni (急ぎ足の明日へと抵抗するように)
(Seakan menentang hari esok yang datang terburu-buru) - kake mayotte temo (駆け回っていても)
(Meski aku berlari ke sana kemari) - fushigina kurai kono mune wa kimi wo egakuyo (不思議なくらい この胸は君を描くよ)
(Anehnya, hati ini tetap terbayang dirimu) - miagereba kagayaki wa iroasezu afureteita (見上げれば 輝きは色褪せず溢れていた)
(Saat kutengadah, cahaya itu meluap tanpa pudar) - donna toki mo terashiteru (どんな時も照らしてる)
(Selalu menyinari kapan pun) - ano taiyou no youni naretanara … (あの太陽のようになれたなら…)
(Andai aku bisa menjadi seperti matahari itu…) - mou sukoshidake kimi no nioi ni dakarete itaina (もう少しだけ 君の匂いに抱かれていたいな)
(Aku ingin sedikit lebih lama terdekap dalam aromamu) - soto no kuuki ni kubiwa o hikare (外の空気に首輪を引かれ)
(Terseret oleh udara di luar) - boku wa se o muketa (僕は背を向けた)
(Aku pun berpaling) - shiroku nijinda tameiki ni shirasareru (白く滲んだ ため息に知らされる)
(Diberitahu oleh helaan napas yang memutih) - toki o kurikaeshigara futo omounosa (時を繰り返しながらふと思うのさ)
(Sambil mengulang waktu, tiba-tiba aku berpikir) - naze boku wa kokoni irundarou (何故僕はここにいるんだろう)
(Kenapa aku ada di sini?) - soba ni ite zutto kimi no ega o mitsumeteitai (そばにいてずっと君の笑顔見つめていたい)
(Aku ingin selalu di sisimu, menatap senyumanmu) - utsuriyuku shunkan wa sono hitomi ni sunde itai (移りゆく瞬間はその瞳に住んでいたい)
(Aku ingin hidup di dalam matamu pada setiap momen yang berlalu) - dokomademo odayakana shikisai ni irodorareta (どこまでも穏やかな色彩に彩られた)
(Diwarnai oleh warna-warna yang begitu tenang) - hitotsu no fuukeiga no naka yorisouyouni (一つの風景画の中 寄り添うように)
(Bagaikan bersandar di dalam sebuah lukisan pemandangan) - toki o tomete hoshii eien ni … (時を止めて欲しい 永遠に…)
(Aku ingin waktu berhenti… selamanya…) - soba ni ite zutto kimi no ega o mitsumeteitai (そばにいてずっと君の笑顔見つめていたい)
(Aku ingin selalu di sisimu, menatap senyumanmu) - utsuriyuku shunkan wa sono hitomi ni sunde itai (移りゆく瞬間はその瞳に住んでいたい)
(Aku ingin hidup di dalam matamu pada setiap momen yang berlalu) - itsuno hi ga azayakana kisetsu heto tsuredasetara (いつの日か鮮やかな季節へと連れ出せたら)
(Jika suatu hari nanti aku bisa membawamu ke musim yang cerah) - yukini you ni sorani saku hanano moto e hana no moto e (雪のように空に咲く花のもとへ… 花のもとへ…)
(Menuju bunga yang mekar di langit seperti salju… menuju bunga itu…)
Makna tersembunyi Lirik Hitomi no Jyuunin
Ini bakal jadi poin penting dari lagu Hitomi no Jyuunin, nggak banyak orang tau kalau lagu ini tuh bener-bener dalem banget.
Coba deh simak lirik lagu ini:
Tentang Waktu dan Rasa yang Nggak Bisa Dihitung
kazo e kirenai demo sukoshino saigetsu wa nagare (数え切れない…でも少しの歳月は流れ)
(Tak terhitung… tapi sedikit waktu telah berlalu)
Waktu berjalan terus, tapi yang terasa cuma sedikit. Ada kesan melankolis — kayak lo sadar waktu udah banyak lewat, tapi hati masih di tempat yang sama.
ittai kimi o kotowo dorekurai wakatterunokana (一体君の事をどれくらい分かってるのかな)
(Sebenarnya, seberapa banyak aku mengerti tentangmu?)
Meski udah lama bareng seseorang, tetap aja ada sisi yang nggak pernah benar-benar kita pahami. Lirik ini kayak nyentuh sisi manusia paling jujur: pengen ngerti, tapi nggak bisa sepenuhnya.
Usaha Memahami yang Nggak Selalu Mulus
yubisaki de chizu tadoru youni wa umaku ikanaine (指先で地図辿るようには上手くいかないね)
(Menelusuri peta dengan ujung jari tak berjalan lancar, ya)
Cinta diibaratkan kayak peta. Di atas kertas kelihatannya mudah, tapi pas dijalani, selalu ada simpang dan jalan buntu.
kizuiteiruyo fuan souna kao kakushiteru kurai (気付いているよ 不安そうな顔 隠してるくらい)
(Aku sadar, kau menyembunyikan wajah cemasmu)
Hyde nyanyiin ini kayak lagi ngomong pelan tapi penuh rasa. Kadang cinta bukan soal kata-kata, tapi soal ngerti tanpa perlu dijelasin.
Menolak Waktu yang Terlalu Cepat
isogi ashi no ashita heto teikou suruyouni (急ぎ足の明日へと抵抗するように)
(Seakan menentang hari esok yang datang terburu-buru)
kake mayotte temo (駆け回っていても)
(Meski aku berlari ke sana kemari)
fushigina kurai kono mune wa kimi wo egakuyo (不思議なくらい この胸は君を描くよ)
(Anehnya, hati ini tetap terbayang dirimu)
Lirik ini seolah bilang: hidup bisa secepat apapun, tapi rasa itu tetap tinggal. Sekalipun lo sibuk dan banyak hal berubah, ada satu sosok yang nggak pernah hilang dari hati.
Harapan untuk Jadi Sumber Cahaya
miagereba kagayaki wa iroasezu afureteita (見上げれば 輝きは色褪せず溢れていた)
donna toki mo terashiteru (どんな時も照らしてる)
ano taiyou no youni naretanara … (あの太陽のようになれたなら…)
Bagian ini jadi simbol dari keinginan untuk selalu hadir dan memberi kehangatan. Matahari di sini bukan cuma cahaya, tapi juga representasi cinta yang konstan — yang nggak redup walau waktu berubah.
Antara Kedekatan dan Kepergian
mou sukoshidake kimi no nioi ni dakarete itaina (もう少しだけ 君の匂いに抱かれていたいな)
(Aku ingin sedikit lebih lama terdekap dalam aromamu)
soto no kuuki ni kubiwa o hikare (外の空気に首輪を引かれ)
(Terseret oleh udara di luar)
boku wa se o muketa (僕は背を向けた)
(Aku pun berpaling)
toki o kurikaeshigara futo omounosa (時を繰り返しながらふと思うのさ)
naze boku wa kokoni irundarou (何故僕はここにいるんだろう)
Ini bagian paling reflektif. Ada kerinduan, tapi juga kesadaran kalau hidup harus jalan terus. Pertanyaan “kenapa aku di sini?” jadi simbol dari momen hening di tengah perpisahan yang nggak terucap.
Ingin Berhenti di Momen yang Abadi
soba ni ite zutto kimi no ega o mitsumeteitai (そばにいてずっと君の笑顔見つめていたい)
(Aku ingin selalu di sisimu, menatap senyumanmu)
utsuriyuku shunkan wa sono hitomi ni sunde itai (移りゆく瞬間はその瞳に住んでいたい)
(Aku ingin hidup di dalam matamu pada setiap momen yang berlalu)
toki o tomete hoshii eien ni … (時を止めて欲しい 永遠に…)
(Aku ingin waktu berhenti… selamanya…)
Bagian ini kayak klimaks emosional dari keseluruhan lagu. Ada kedamaian, tapi juga rasa kehilangan yang lembut. “Hitomi no Jyuunin” menutup dengan harapan: semoga waktu bisa berhenti di momen di mana segalanya masih terasa sempurna.
Inti Makna Lagu “Hitomi no Jyuunin”
Lagu ini tuh nggak cuma tentang cinta, tapi juga tentang waktu dan kesadaran manusia.
- Tentang rindu yang nggak hilang walau waktu terus berjalan.
- Tentang ingin memahami seseorang tapi sadar selalu ada misteri di dalamnya.
- Tentang keinginan buat tetap jadi cahaya bagi orang yang disayang.
- Dan akhirnya, tentang keinginan sederhana untuk mengabadikan momen yang indah.
