Sejumlah organisasi Yahudi progresif di New York, Amerika Serikat, menyatakan penolakan keras terhadap program Anti-Defamation League (ADL) yang diberi nama Monitor Mamdani.
Program tersebut dirancang untuk mengawasi kebijakan Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, namun dianggap mengarah pada Islamofobia. Koalisi tersebut terdiri dari berbagai kelompok Yahudi, seperti Bend the Arc, Jews for Racial & Economic Justice, Rodfei Shalom (Rabbis4Ceasefire), serta If Not Now.
Dalam surat terbuka yang dikirim Selasa (12/11/2025), dan diunggah melalui Instagram Bend the Arc, mereka menegaskan bahwa inisiatif ADL justru merusak solidaritas dalam perjuangan melawan antisemitisme dan Islamofobia.
Komunitas Yahudi di New York City menolak Islamofobia terang-terangan dari ADL. Anda tidak akan memisahkan kami dari tetangga kami,”
tulis pernyataan tersebut.
Kami mengucapkan selamat kepada Wali Kota Terpilih Zohran K. Mamdani dan mendukung visinya untuk New York yang bebas dari kekerasan berbasis kebencian.”
Koalisi Yahudi itu juga berkomitmen bekerja sama dengan Mamdani dalam memerangi diskriminasi, rasisme, dan Islamofobia dari berbagai pihak.
Protes Meluas
Kelompok Yahudi lain, Bend the Arc: Jewish Action, turut menginisiasi petisi yang menolak keras proyek pemantauan tersebut. Mereka menyebut tuduhan ADL sebagai serangan politik terhadap komunitas kulit hitam, muslim, dan kelompok progresif lain yang memperjuangkan keadilan sosial.
Menurut petisi itu, Mamdani selama ini telah membangun hubungan baik dengan komunitas Yahudi lokal dan berkomitmen melindungi mereka.
Tidak lama setelah kemenangan Mamdani, ADL mengumumkan rencana untuk memantau segala kebijakan dan keputusan politik wali kota muslim pertama dalam sejarah New York. Mereka menilai rekam jejak Mamdani terkait isu-isu Palestina dan Israel berpotensi “mengancam kenyamanan komunitas Yahudi.”
ADL juga menyebut sedang menyiapkan saluran aduan antisemitisme yang akan tersedia di seluruh kota untuk memudahkan warga melaporkan berbagai insiden.
Kritikus Keras Kebijakan Israel
Zohran Mamdani dikenal sebagai politisi progresif yang vokal mengecam kekerasan Israel di Jalur Gaza.
Dalam kampanyenya, ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika memasuki yurisdiksinya dan terbukti melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
Meski demikian, Mamdani juga menegaskan bahwa ia akan menjadi pemimpin untuk seluruh warga New York, termasuk komunitas Yahudi yang tidak memilihnya.


