Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 6 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / China Murka! Beijing Tegur Keras Jepang Soal Taiwan
Internasional

China Murka! Beijing Tegur Keras Jepang Soal Taiwan

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 18, 2025 10:44 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
China Murka! Beijing Tegur Keras Jepang Soal Taiwan Pemerintah China kembali menegaskan pentingnya empat dokumen politik yang selama puluhan tahun menjadi pondasi hubungan Beijing–Tokyo, terutama terkait status Taiwan. Sikap ini disampaikan setelah pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dianggap bertentangan dengan komitmen yang telah disepakati kedua negara. Dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan bahwa komentar Takaichi “secara serius melanggar semangat empat dokumen politik China–Jepang dan merusak landasan hubungan bilateral.” Pernyataan Takaichi yang dimaksud diucapkan dua pekan lalu, ketika ia menyebut bahwa tindakan militer China terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang. Ia bahkan menolak menarik kembali ucapannya meski menuai kritik. Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Jepang dapat menggunakan situasi Taiwan sebagai dasar menerapkan hak bela diri kolektif, yang berpotensi membuat Tokyo mendukung langkah militer Amerika Serikat jika China melakukan blokade terhadap Taiwan. China Ingatkan Jepang Soal Komitmen ‘Satu China’ Mao mengingatkan kembali bahwa ketika kedua negara membahas normalisasi hubungan pada 1970-an, China telah menyampaikan tiga prinsip utama. Pertama Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintahan sah yang mewakili seluruh China. Kedua Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari RRC. Ketiga, Perjanjian Taiwan–Jepang sebelumnya tidak sah dan harus dibatalkan. Untuk terakhir untuk memperkuat pernyataan itu, Mao menyinggung kembali empat dokumen penting dalam hubungan China–Jepang. Pertama pernyataan ersama 1972, yang menjadi dasar pembukaan hubungan diplomatik, menyatakan Jepang menghormati posisi China bahwa Taiwan adalah bagian dari RRC. Ada juga perjanjian Damai dan Persahabatan 1978, yang menegaskan komitmen untuk mematuhi deklarasi 1972. Deklarasi Bersama 1998, di mana Jepang kembali menegaskan dukungan pada prinsip “satu China”. Dokumen 2008, yang mengulangi bahwa Jepang harus mengikuti kebijakan tersebut tanpa kerancuan. “Keempat dokumen ini adalah komitmen resmi Jepang dan memiliki implikasi hukum internasional,” tegas Mao. Ia menambahkan bahwa siapa pun yang memimpin Jepang wajib menghormati kesepakatan itu. China pun mendesak Jepang “menghentikan tindakan provokatif, mencabut pernyataan keliru, dan mematuhi komitmen historis yang telah ditandatangani.” Jepang Kirim Diplomat ke Beijing untuk Meredakan Situasi Di tengah meningkatnya ketegangan, Direktur Jenderal Biro Asia dan Oseania Jepang, Kanai Masaaki, tiba di Beijing pada Senin untuk membuka dialog. Pemerintah Jepang ingin memastikan bahwa posisi mereka tidak berubah sejak komunike 1972. Ketegangan makin terasa setelah China mengeluarkan imbauan perjalanan yang meminta warganya menghindari kunjungan ke Jepang. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi sektor pariwisata Jepang yang sangat bergantung pada wisatawan asal China. Credit: Instagram Mao Ning Caption: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning
Foto: Instagram Mao Ning
SHARE

Pemerintah China kembali menegaskan pentingnya empat dokumen politik yang selama puluhan tahun menjadi pondasi hubungan Beijing Tokyo, terutama terkait status Taiwan.

Daftar isi Konten
  • Soal Komitmen ‘Satu China’
  • Kirim Diplomat ke Beijing Meredakan Situasi

Sikap ini disampaikan setelah pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dianggap bertentangan dengan komitmen yang telah disepakati kedua negara.

Dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan bahwa komentar Takaichi “secara serius melanggar semangat empat dokumen politik China–Jepang dan merusak landasan hubungan bilateral.”

Pernyataan Takaichi yang dimaksud diucapkan dua pekan lalu, ketika ia menyebut bahwa tindakan militer China terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang. Ia bahkan menolak menarik kembali ucapannya meski menuai kritik.

Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Jepang dapat menggunakan situasi Taiwan sebagai dasar menerapkan hak bela diri kolektif, yang berpotensi membuat Tokyo mendukung langkah militer Amerika Serikat jika China melakukan blokade terhadap Taiwan.

Soal Komitmen ‘Satu China’

Mao mengingatkan kembali bahwa ketika kedua negara membahas normalisasi hubungan pada 1970-an, China telah menyampaikan tiga prinsip utama.

Pertama Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintahan sah yang mewakili seluruh China.

Kedua Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari RRC. Ketiga, Perjanjian Taiwan–Jepang sebelumnya tidak sah dan harus dibatalkan.

Untuk terakhir untuk memperkuat pernyataan itu, Mao menyinggung kembali empat dokumen penting dalam hubungan China–Jepang.

Pertama pernyataan bersama 1972, yang menjadi dasar pembukaan hubungan diplomatik, menyatakan Jepang menghormati posisi China bahwa Taiwan adalah bagian dari RRC.

Ada juga perjanjian Damai dan Persahabatan 1978, yang menegaskan komitmen untuk mematuhi deklarasi 1972.

Deklarasi Bersama 1998, di mana Jepang kembali menegaskan dukungan pada prinsip “satu China”.

Dokumen 2008, yang mengulangi bahwa Jepang harus mengikuti kebijakan tersebut tanpa kerancuan.

Keempat dokumen ini adalah komitmen resmi Jepang dan memiliki implikasi hukum internasional,”

Mao.

Ia menambahkan bahwa siapapun yang memimpin Jepang wajib menghormati kesepakatan itu.

China pun mendesak Jepang “menghentikan tindakan provokatif, mencabut pernyataan keliru, dan mematuhi komitmen historis yang telah ditandatangani.”

Kirim Diplomat ke Beijing Meredakan Situasi

Di tengah meningkatnya ketegangan, Direktur Jenderal Biro Asia dan Oseania Jepang, Kanai Masaaki, tiba di Beijing pada Senin untuk membuka dialog.

Pemerintah Jepang ingin memastikan bahwa posisi mereka tidak berubah sejak komunike 1972.

Ketegangan semakin terasa setelah China mengeluarkan imbauan perjalanan yang meminta warganya menghindari kunjungan ke Jepang.

Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi sektor pariwisata Jepang yang sangat bergantung pada wisatawan asal China.

Tag:BeijingDokumen PolitikJepangTaiwan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Ikuti
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pelantikan Pejabat Ditjen Pajak. (Sumber: Youtube/Kemenkeu)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Rombak 40 Jajaran Ditjen Pajak: Buat Memperbaiki Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak, 40 pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Perombakan ini dilakukan Purbaya untuk memperbaiki citra DJP di mata masyarakat. Purbaya mengatakan, perombakan ini bukan…

By
Anisa Aulia
Dusep
5 Min Read
Titik pusat gempa magnitudo 6,4 di laut pada kedalaman 58 kilometer di tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur
Daerah

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pacitan M6,2: Dipicu Subduksi Lempeng, 21 Gempa Susulan

Plh. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan gempa bumi yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hingga jam 09:00 pagi…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
4 Min Read
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi perkara suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Orlando Hamongan (kanan) dan Rizal Fadillah (kiri) berjalan menggunakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Hukum

Terkuak, Pejabat Bea Cukai Sewa Safe House Simpan Hasil Kejahatan Korupsi Importasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyewa tempat khusus untuk menyimpan uang hingga barang hasil korupsinya. Pejabat Bea Cukai mendapat suap dari PT Blueray…

By
Rahmat
Dusep
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese
Internasional

Prabowo Tegaskan Prinsip Bebas Aktif Lewat Traktat Keamanan RI–Australia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese secara…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
6 jam lalu
Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza
Internasional

PBB Ungkap Korban Tewas dan Luka di Gaza Terus Bertambah

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memburuk. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan adanya…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
7 jam lalu
Video Call Putin dan Xi Jinping. (Sumber: Instagram Vladimir Putin)
Internasional

Putin–Xi Jinping Video Call Serius 1 Jam Bahas Isu Global, Ini yang Dibicarakan…

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan panggilan video dengan Presiden China Xi Jinping…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
1 hari lalu
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez
Internasional

Spanyol Bersiap Tutup Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan rencana besar pemerintahannya untuk membatasi akses…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up