Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, memberikan tanggapan santai terkait status pencekalan dirinya dalam kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7, Joko Widodo.
Alih-alih merasa terbebani dengan status dicekal dan tidak boleh ke luar negeri, Roy menyebut keputusan tersebut tidak mengganggunya sedikit pun.
Saya hanya tersenyum mendengar kabar bahwa kami dicekal. Tidak masalah,”
Roy dalam keterangan yang dirilis Kamis (20/11/2025).
Kembali dari Sydney
Roy mengungkapkan bahwa ia sudah kembali dari Sydney, Australia, jauh sebelum keputusan pencekalan diterapkan.
Menurutnya, seluruh dokumen dan data yang dibutuhkan untuk penyusunan black paper terkait polemik ijazah Jokowi juga telah rampung.
Semua bahan untuk buku black paper sudah lengkap. Saya sudah pulang dari Sydney, jadi tidak ada lagi keperluan ke luar negeri,”
Roy.
Ia bahkan menyinggung bahwa dirinya sama sekali tidak membutuhkan perjalanan lanjutan, termasuk ke Singapura, yang disebutnya tidak relevan dengan proses penyusunan dokumen tersebut.
Tidak perlu ke Singapura. Kampus di sana juga kampus swasta, peringkatnya pun bukan yang terbaik,”
Roy.
Dicekal Bukan Berarti Tahanan Kota
Meski dicekal bepergian ke luar negeri, Roy menegaskan status tersebut tidak membuatnya terikat sebagai tahanan kota. Ia memastikan aktivitas dalam negeri tetap dapat ia lakukan tanpa pembatasan.
Saya tetap santai. Dicekal bukan berarti tahanan kota. Saya hanya dibatasi untuk keluar negeri, itu saja,”
Roy.
Roy menutup pernyataannya dengan nada yakin bahwa status tersebut tidak menghambat aktivitas maupun proses hukum yang sedang berjalan.


