Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Dana Desa Cair Kalau Punya Kopdes, Ini Risikonya
Ekonomi Bisnis

Dana Desa Cair Kalau Punya Kopdes, Ini Risikonya

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: November 27, 2025 9:35 pm
Anisa Aulia
Ivan Syahruna Lubis
Share
Warga membawa minyak goreng yang dibeli di Koperasi Kelurahan Merah Putih
Warga membawa minyak goreng yang dibeli di Koperasi Kelurahan Merah Putih (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/rwa)
SHARE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan syarat baru pencairan dana desa. Syaratnya, desa membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PMK Nomor 108 Tahun 2024 tentang Pengalokasian Dana Desa Setiap Desa, Penggunaan, dan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Dalam beleid ini, penyaluran dana desa masih tetap dilakukan dalam dua tahap.

Bahwa untuk meningkatkan efektivitas tata kelola penyaluran dana desa tahun anggaran 2025 sesuai dengan kebijakan Presiden RI dalam rangka mendukung pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan atas PMK Nomor 108 Tahun 2024,”

bunyi aturan itu dikutip Kamis, 27 November 2025.

Adapun penyaluran dana desa masih dilakukan dalam dua tahap. Tahap I sebesar 60 persen dari pagu dana desa yang ditentukan penggunaannya oleh setiap desa, yang dilakukan paling lambat pada Juni.

Kemudian tahap II masih sebesar 40 persen dari pagu dana desa yang ditentukan penggunaannya oleh setiap desa, dilakukan paling cepat pada April.

Lalu untuk persyaratan tahap I masih sama, dengan sudah adanya penetapan APBDes, surat kuasa pemindahbukuan dana desa, serta keputusan kepala desa mengenai penetapan keluarga penerima manfaat BLT Desa, dalam hal sesa menganggarkan BLT Desa.

Nah, untuk syarat penyaluran tahap II ini ada tambahan baru. Tertulis bahwa desa harus membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Padahal sebelumnya hanya ada laporan realisasi penyerapan dan capaian keluaran dana desa tahun anggaran sebelumnya.

Kemudian laporan realisasi penyerapan dan capaian keluaran dana desa tahap I menunjukkan realisasi penyerapan paling rendah sebesar 60 persen dan rata-rata capaian keluaran menunjukkan paling rendah sebesar 40 persen.

Akta pendirian badan hukum koperasi desa/kelurahan merah putih atau bukti penyampaian dokumen pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih ke notaris. Dan surat pernyataan komitmen dukungan APBDes untuk pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih,”

bunyi aturan.

Ekonom Ingatkan Risikonya

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, mewajibkan desa memiliki Kopdes Merah Putih sebagai syarat pencairan dana desa tahap II akan beberikan sejumlah risiko.

Pertama jelas Yusuf, tertundanya penyaluran dana cukup besar. Sebab banyak desa secara administratif belum siap membentuk koperasi baru, apalagi yang benar-benar berfungsi.

Kalau syarat ini tidak terpenuhi, dana tahap II bisa tertahan. Dampaknya langsung terasa ke program layanan dasar dan kegiatan masyarakat yang sangat bergantung pada likuiditas dana desa,”

Yusuf kepada owrite.

Kedua, akan ada pergeseran beban ke pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, pemerintah daerah harus menyiapkan pendampingan, fasilitasi hukum, hingga dukungan teknis agar desa bisa memenuhi kewajiban tersebut.

Semua ini membutuhkan anggaran tambahan, sementara transfer dari pusat untuk fungsi itu tidak ikut meningkat,”

Yusuf.

Ketiga, ada risiko terbentuknya koperasi yang dibuat hanya formalitas bukan karena kebutuhan ekonomi yang nyata. Alih-alih memperkuat ekonomi desa, kehadiran Kopdes hanya hanya sebagai ‘kejar syarat’.

Ada risiko koperasi terbentuk hanya karena ‘kejar syarat’, bukan karena kebutuhan ekonomi nyata. Kita sudah sering melihat koperasi yang ada secara administratif tapi tidak punya kapasitas manajerial atau model bisnis yang jelas. Kalau itu terjadi lagi, tujuan awal untuk memperkuat ekonomi desa bisa melenceng,”

Yusuf.

Di samping itu, Yusuf mengatakan bahwa kebijakan ini juga berpotensi memperlebar kesenjangan antar desa.

Desa yang kapasitasnya kuat akan cepat memenuhi syarat, sementara desa terpencil atau yang minim tenaga administrasi justru tertinggal dan kehilangan momentum pencairan dana,”

Yusuf.
Tag:Dana DesaKopdesMerah PutihPMK
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
1
Lima Potret Antonela Roccuzzo, Istri Lionel Messi yang Selalu Tampil Memesona
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Antonela Roccuzzo
2
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
3
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
4
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Emas Antam Stagnan. (Sumber: Logam Mulia Antam)
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 24 Juni 2026: Antam Anjlok Lagi Rp18.000 per Gram

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Rabu, 24 Juni…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
9 menit lalu
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ekonomi Bisnis

MSCI Pertahankan Status Emerging Market RI, Tapi Tetap Fokus Pelototi Masalah Ini

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
21 menit lalu
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ambruk Pagi Ini, Kembali Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah bertekuk lutut melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
38 menit lalu
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
Ekonomi Bisnis

IHSG Mulai Bangkit Tapi Terbatas, Pagi Ini Menguat Tipis di Level 6.146

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Rabu pagi, 24…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up