Al-Qur'an · Surat ke-6
Surat Al-Anam Ayat 30
Juz 7Ayat 30 dari 165Makkiyah
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِٱلْحَقِّ ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
Wa law taraa iz wuqifoo 'alaa Rabbihim; qaala alaisa haazaa bilhaqq; qaaloo balaa wa Rabbinaa; qaala fazooqul 'azaaba bimaa kuntum takfuroon
Terjemahan Kemenag RI
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: "Bukankah (kebangkitan ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan kami". Berfirman Allah: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)".
Tafsir Surat Al-Anam Ayat 30
Sesudah Allah menjelaskan keingkaran orang-orang kafir terhadap hari Kiamat sewaktu hidup di dunia, maka dalam ayat ini Allah menerangkan perihal mereka di akhirat saat terungkapnya kekeliruan pandangan mereka. Dalam suasana yang sangat menggugah perasaan yaitu sewaktu orang-orang kafir itu diperintahkan berdiri di tempat yang sudah ditentukan di depan pengadilan Allah, Allah bertanya kepada mereka, "Bukankah ini benar?"
Bukankah hari Kiamat yang sedang mereka alami saat ini, yang dulu mereka ragukan bahkan mereka perolokkan merupakan suatu kenyataan? Hal itu bukan berita bohong seperti yang mereka katakan. Dalam menghadapi pertanyaan Allah ini, mereka tidak dapat memanggil sekutu-sekutu yang mereka sembah, mereka tidak dapat saling menolong satu sama lain, maka pada akhirnya mereka menjawab pertanyaan Allah itu, "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Mereka tidak dapat lagi mengingkari kenyataan adanya hari kebangkitan itu, dan mereka memperkuat pengakuan mereka atas kebenaran itu dengan mempergunakan kata sumpah "demi Tuhan." Mereka mengakui bahwa selama ini mereka sesat dan kafir.
Sesuai dengan pengakuan itu, mereka memperoleh azab pada hari Kiamat yang selama di dunia selalu mereka dustakan. Kekafiran yang mereka tonjolkan dan andalkan itu adalah penyebab dari semua derita yang mereka alami.
Sumber: Tafsir Kemenag RI · Kementerian Agama Republik Indonesia
Quran Online by Owrite Media · dikembangkan oleh Aconymous