Al-Qur'an · Surat ke-15
Surat Al-Hijr Ayat 21
Juz 14Ayat 21 dari 99Makkiyah
وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍۢ مَّعْلُومٍۢ
Wa im min shai'in illaa 'indanaa khazaaa 'inuhoo wa maa nunazziluhooo illaa biqadarim ma'loom
Terjemahan Kemenag RI
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
Tafsir Surat Al-Hijr Ayat 21
Ayat ini menerangkan bahwa sumber segala sesuatu yang ada di alam ini adalah ciptaan Allah. Semua berasal dari khazanah atau simpanan perbendaharaan Allah, baik yang berupa sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Semua yang ada di atas bumi maupun di dalam perutnya diciptakan Allah untuk manusia. Manusia diberi tugas oleh Allah untuk mengelola, mengambil manfaat, dan memeliharanya. Hal ini ditegaskan Allah dalam Surah Hud/11 ayat 61:
¦Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya). (Hud/11: 61)
Untuk dapat mengambil manfaat yang besar dari sumber daya alam (SDA) yang tersedia, manusia perlu mengembangkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM)-nya dengan menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian untuk betul-betul dapat menggali sumber daya alam itu perlu modal. Dengan kombinasi atau gabungan antara natural resources, yaitu sumber daya alam, skill atau keterampilan manusia, serta modal yang cukup, manusia dapat meraih rezeki dari Allah untuk kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya. Hal ini sesuai dengan sunatullah yaitu orang yang diberi rezeki hanyalah yang berusaha dan bekerja keras mencarinya.
Berusaha dan bekerja keras untuk memperoleh rezeki dari khazanah perbendaharaan Allah ini juga harus disertai tanggung jawab untuk memelihara (konservasi) kekayaan dan sumber daya alam, dan tidak merusak serta menghancurkannya. Oleh karena itu, pada akhir ayat 61 Surah Hud, Allah mengingatkan manusia supaya selalu mohon ampunan dan bertobat kepada Allah, serta menghentikan perbuatan-perbuatan yang merusak tatanan alam yang telah ditentukan dalam sunatullah. Hal ini dapat diketahui dari pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi.
Manusia yang baik menurut tuntunan agama Islam ialah yang dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam ibadah dan khilafah (melaksanakan tugas kepemimpinan dan pengelolaan alam yang baik). Dia memperoleh rezeki dengan bekerja dan berusaha secara baik dan sungguh-sungguh, bukan merusak dan menjadi beban bagi orang lain.
Hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh al-hakim telah memberi tuntunan, antara lain:
Dari Rifaah bin Rafi bahwa Nabi saw ditanya orang, "Usaha manakah yang paling baik?" Rasulullah berkata, "Usaha seseorang yang dikerjakan dengan tangannya dan semua jual beli yang mabrur (jual beli yang bersih tidak ada di dalamnya unsur-unsur tipuan, pemaksaan, dan sebagainya)." (Riwayat al-hakim)
Menurut hadis ini, rezeki yang baik ialah hasil kerja atau usaha yang baik dari orang itu sendiri (bukan pemberian orang lain), dan hasil dari jual beli yang mabrur. Yang dimaksud dengan jual beli yang mabrur ialah jual beli yang dilakukan secara wajar, saling rela antara penjual dan pembeli, tanpa paksaan dan tidak ada kebohongan. Firman Allah:
Quran Online by Owrite Media · dikembangkan oleh Aconymous