Sementara itu, kata “babakan” berasal dari kosakata Sunda dan Betawi yang berarti kampung baru atau membuka lahan pemukiman baru. Dari penggabungan kedua kata tersebut, lahirlah nama Setu Babakan yang secara harfiah berarti “danau di kampung baru”.
Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 18 Agustus 2000, kemudian dikukuhkan kembali pada tahun 2004 bertepatan dengan HUT Jakarta ke-47.
Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi
Selain menikmati suasana danau dan berbagai atraksi budaya, pengunjung juga dapat mengunjungi Museum Betawi yang berada di kawasan Setu Babakan. Museum ini berfungsi sebagai tempat untuk mengumpulkan, merawat, dan memamerkan berbagai warisan budaya Betawi.
Dinamakan Museum Betawi karena seluruh koleksi dan informasi yang disajikan berfokus pada sejarah dan kebudayaan suku Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta. Di dalamnya terdapat koleksi seperti pakaian adat, alat musik tradisional, replika senjata pusaka, dokumentasi tokoh-tokoh Betawi, hingga adat istiadat kehidupan masyarakat Betawi.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Setu Babakan
Pengunjung dapat berkeliling kawasan danau yang menjadi ikon Setu Babakan sambil menikmati suasana asri yang jarang ditemukan di tengah padatnya Jakarta. Selain itu, bisa mempelajari sejarah, tradisi, dan perkembangan budaya Betawi dari masa ke masa.
Dan tidak lengkap rasanya berkunjung ke Setu Babakan tanpa mencicipi kuliner khas Betawi. Mulai dari kerak telor, soto Betawi, dodol Betawi, hingga bir pletok yang dijajakan di area wisata.
Terbagi dalam Beberapa Zona
Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki luas sekitar 289 hektare yang terbagi ke dalam beberapa zona. Setiap zona memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari area pelestarian budaya, permukiman warga Betawi, pusat kuliner, hingga ruang pertunjukan seni dan edukasi.
Cara yang paling praktis adalah turun di Halte Stasiun Universitas Pancasila atau Halte Stasiun Lenteng Agung. Setelah turun dari halte, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan ojek online atau angkutan umum (angkot) ke kawasan Setu Babakan.
Selain mudah dijangkau menggunakan transportasi umum, kawasan ini juga menawarkan pengalaman mengenal budaya Betawi secara langsung melalui museum, pertunjukan seni, hingga kuliner khasnya.
Sebagai informasi, Museum Betawi di kawasan Setu Babakan dapat dikunjungi secara gratis. Pengunjung hanya perlu melakukan registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.