Kalau digabung, maknanya kurang lebih, “sedikit delusi bisa jadi solusi.” Namun, seperti biasa kalimat bahasa Inggris tidak bisa langsung diartikan secara harfiah.
Ungkapan ini biasanya dipakai saat seseorang punya harapan yang terasa mustahil. Meski begitu, mereka tetap memilih percaya diri dan gas terus mengejar mimpi.
Berawal dari Fandom K-Pop
Menurut Merriam-Webster, istilah “delulu” mulai muncul di komunitas penggemar K-pop pada awal 2010-an. Awalnya, kata itu dipakai untuk menyebut fans yang terlalu berkhayal soal idolanya.
Seiring waktu, maknanya berubah dan meluas ke berbagai media sosial. Kini, “delulu” justru sering dipakai secara bercanda untuk menggambarkan rasa percaya diri yang kelewat besar.
Tren tersebut makin meledak di TikTok sejak 2023. Banyak kreator mengaitkannya dengan manifestation, positive mindset, hingga candaan soal mengejar mimpi.
Dipakai Buat Bercanda, Bukan Ngajak Kabur dari Realita
Contohnya, seseorang baru mengunggah satu video menyanyi lalu bercanda menunggu dihubungi agensi. Temannya pun membalas, “Delulu is the solulu.”
Ada juga yang menggunakannya saat melamar pekerjaan impian meski merasa peluang diterima kecil. Alih-alih minder, mereka memilih tetap mencoba. Bahkan, muncul variasi seperti “may all your delulu come trululu.” Kalimat itu berarti semoga semua khayalanmu benar-benar jadi kenyataan.
Ada pula istilah “hopium“, gabungan hope dan opium. Kata ini menggambarkan seseorang yang terlalu mabuk harapan meski realitanya belum tentu sesuai.
Meski terdengar lucu, “delulu is the solulu” sebaiknya dipakai dalam situasi santai. Karena, ungkapan ini kurang cocok digunakan di lingkungan kerja atau percakapan formal.
Buat Gen Z, kalimat itu lebih dari sekadar meme internet. “Delulu is the solulu” menjadi cara menghadapi hidup yang kadang berat dengan humor dan optimisme.
Meski begitu, optimistis tetap perlu diimbangi usaha dan pijakan pada realita. Jadi, kalau besok kamu nekat daftar beasiswa atau pekerjaan impian, mungkin temanmu bakal bilang, “Gapapa bestie, delulu is the solulu.”