Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Bukan Asal Disusun! Ini Cerita di Balik Keyboard QWERTY yang Dipakai Hampir Seluruh Dunia

Hurufnya tidak dimulai dari A, B, C, D seperti yang kita pelajari sejak kecil. Justru diawali dengan enam huruf yang membentuk kata QWERTY.

ilustrasi QWERTY pada keyboard (unsplash Nick Fewings & William Warby)
ilustrasi QWERTY pada keyboard (unsplash Nick Fewings & William Warby)

Fakta Unik yang Mungkin Baru Kamu Sadari

Kalau diperhatikan, keyboard yang kita gunakan setiap hari punya satu keunikan yang sering luput dari perhatian.

Hurufnya tidak dimulai dari A, B, C, D seperti yang kita pelajari sejak kecil. Sebaliknya, baris paling atas justru diawali dengan enam huruf yang membentuk kata QWERTY.

Iklan

Sekilas memang terlihat biasa. Tapi siapa sangka, susunan huruf ini ternyata menyimpan cerita yang usianya sudah lebih dari 150 tahun.

Awalnya Bukan untuk Mempercepat Mengetik

Banyak orang mengira QWERTY dibuat agar orang bisa mengetik lebih cepat. Padahal faktanya justru sebaliknya.

Mengutip laman Politeknik Penerbangan Palembang (2 Oktober 2025), susunan QWERTY lahir pada era mesin tik sekitar tahun 1860-an.

Saat itu, Christopher Latham Sholes menciptakan mesin tik modern yang dipatenkan pada 1868. Sayangnya, mesin tersebut memiliki kelemahan. Jika digunakan terlalu cepat, batang-batang logam pengetiknya (typebars) sering saling bertabrakan hingga macet.

Nah, dari sinilah ide mengubah posisi huruf mulai muncul.

Kenapa Harus QWERTY?

Untuk mengurangi risiko mesin tik macet, Sholes bersama James Densmore menyusun ulang posisi huruf pada keyboard.

Huruf-huruf yang sering digunakan bersamaan sengaja dipisahkan agar batang pengetik tidak saling bertabrakan.

Hasilnya adalah susunan QWERTY, yang diambil dari enam huruf pertama di baris paling atas keyboard.

Jadi, QWERTY sebenarnya lahir sebagai solusi atas masalah mekanis, bukan karena alasan estetika atau agar terlihat unik.

Kok Masih Dipakai Sampai Sekarang?

Meski mesin tik sudah lama ditinggalkan, susunan QWERTY ternyata ikut “menumpang” ke era komputer.

Saat komputer mulai digunakan secara luas, jutaan orang sudah terbiasa mengetik menggunakan QWERTY. Mengubah tata letaknya justru dianggap akan menyulitkan pengguna.

Karena alasan itulah, QWERTY tetap dipertahankan hingga sekarang dan akhirnya menjadi standar keyboard di hampir seluruh dunia.

Ternyata Ada Keyboard Lain

Meski QWERTY paling populer, sebenarnya ada beberapa tata letak keyboard lain.

Salah satunya adalah Dvorak, yang diperkenalkan pada 1936 dan dirancang agar gerakan jari lebih efisien saat mengetik.

Selain itu, ada juga AZERTY yang digunakan di Prancis dan Belgia, serta QWERTZ yang umum dipakai di Jerman dan beberapa negara Eropa Tengah.

Namun hingga kini, belum ada yang mampu menggeser dominasi QWERTY.

Jadi, Sekarang Sudah Tahu Alasannya?

Mulai sekarang, setiap kali membuka laptop atau mengetik di ponsel, coba lihat lagi enam huruf pertama di keyboard.

Di balik susunan QWERTY yang terlihat sederhana, ternyata tersimpan sejarah panjang tentang inovasi, perkembangan teknologi, dan kebiasaan manusia yang bertahan hingga lebih dari satu abad.

Kadang, hal yang paling sering kita gunakan justru menyimpan cerita yang paling jarang kita ketahui.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar