Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Baju Kena Abu Vulkanik? Jangan Langsung ‘Siksa’ dengan Mesin Cuci!

Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus dan bersifat abrasif. Jika langsung digosok atau dikucek, partikel berpotensi menggores.

Ilustrasi pakaian kotor sebelum pencucian.
Ilustrasi pakaian kotor sebelum pencucian. (magnific/pressfoto)

15 September 2026, Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak. Bahkan erupsi Anak Krakatau membuat sebaran abu vulkanik menyebar ke banyak wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

BMKG sempat memantau sebaran abu vulkanik pada beberapa lapisan atmosfer dan meminta masyarakat di wilayah terdampak tetap menjaga kesehatan.

Selain membuat lingkungan kotor, abu vulkanik bisa menempel pada berbagai benda, termasuk pakaian yang sedang dijemur. Namun, baju yang terkena abu vulkanik sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke mesin cuci dan dicuci seperti biasa.

Iklan

Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus dan bersifat abrasif. Jika langsung digosok atau dikucek, partikel berpotensi menggores permukaan atau serat tertentu.

Penanganan

Lalu, bagaimana cara mencuci baju yang terkena abu vulkanik? Dilansir dari laman U.S Geological Survey (USGS) pada 16 September 2026, perhatikan langkah tepat jika pakaian terlanjur terkena abu vulkanik.

  1. Singkirkan abu dari pakaian

Pakaian dapat dibawa ke luar ruangan dan dikibaskan atau ditepuk secara perlahan. Cara lain, pakaian yang terkena abu dapat dibilas menggunakan air mengalir sebelum dicuci.

2. Pisahkan pakaian

Pisahkan pakaian yang kondisinya paling banyak terkena abu dari pakaian yang hanya terkena sedikit. Pakaian yang sangat kotor dicuci secara terpisah dari pakaian lain.

3. Cuci dalam jumlah sedikit

Gunakan air yang cukup agar pakaian memiliki ruang untuk bergerak selama proses pencucian. Jika pakaian sangat kotor, lebih baik mencuci beberapa kali daripada memasukkan terlalu banyak pakaian sekaligus ke dalam mesin cuci.

4. Jangan langsung masukkan ke mesin pengering

Pastikan pakaian sudah benar-benar bersih dari abu sebelum menggunakan mesin pengering. Partikel abu vulkanik dapat bersifat abrasif sehingga berpotensi menggores bagian dalam mesin pengering. Keringkan pakaian setelah proses pencucian selesai dan pastikan tidak ada sisa abu yang masih terlihat.

5. Bersihkan area jemuran

Sebaiknya bersihkan area luar terlebih dahulu agar abu yang tersisa tidak kembali menempel pada pakaian yang baru dicuci. Abu dapat kembali masuk atau menyebar ke dalam rumah setelah proses pembersihan sehingga area luar perlu ditangani optimal.

6. Gunakan masker saat membersihkan

Gunakan masker ketika menyingkirkan abu dari pakaian maupun membersihkan area rumah. BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik untuk membatasi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker dan kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar.

Jangan Cuci Sembarangan

Pakaian yang terkena abu vulkanik masih bisa dibersihkan dan digunakan kembali. Namun, jangan langsung mengucek atau memasukkan ke mesin cuci ketika abu masih menempel. Singkirkan abu terlebih dahulu, bilas dengan air mengalir, lalu cuci pakaian secara terpisah jika sangat kotor.

Selain pakaian, area jemuran dan lingkungan sekitar juga perlu dibersihkan agar abu tidak kembali menempel. Jangan lupa menggunakan masker saat membersihkan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu yang beterbangan.

Iklan