Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Bukan Karena Sedih, Ini Alasan Mata ‘Banjir’ Air Mata Saat Mengupas Bawang

Fenomena sederhana menunjukkan proses kimia di dalam makanan dapat berinteraksi langsung dengan sistem pertahanan tubuh manusia.

Bawang merah.
Bawang merah. (Pixabay/Shutterbug26)

Pernah enggak bertanya-tanya kenapa mengupas bawang bisa menyebabkan mata terasa perih dan menangis?  Reaksi tersebut bukan terjadi tanpa alasan, melainkan merupakan respons alami tubuh terhadap senyawa kimia yang dilepaskan bawang ketika selnya rusak.

Dilansir dari BBC Science Focus Magazine, Sabtu, 19 September 2026, sel bawang mengandung enzim bernama alliinase dan sejumlah senyawa kimia yang disebut sulfoxides, kedua zat tersebut berada secara terpisah di dalam sel bawang.

Ketika bawang dipotong, sel-selnya mengalami kerusakan sehingga alliinase dan sulfoxides bercampur dan bereaksi. Proses tersebut menghasilkan senyawa bernama sulfenic acid yang kemudian mengalami reaksi lanjutan dengan bantuan enzim lain yang disebut synthase.

Iklan

Reaksi tersebut menghasilkan gas bernama syn-propanethial-S-oxide. Gas itu kemudian menyebar ke udara dan mencapai permukaan mata ketika seseorang sedang memotong bawang.

Reaksi Biologis dari Mata

Saat gas mengenai mata, jaringan mata akan mengalami iritasi. Kondisi ini kemudian memicu kelenjar air mata untuk menghasilkan air mata sebagai respons alami tubuh.

Air mata yang keluar berfungsi membantu membersihkan zat yang mengiritasi permukaan mata, mata berair ketika memotong bawang sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan tubuh terhadap senyawa yang dilepaskan oleh bawang.

Reaksi tersebut juga menjelaskan mengapa seseorang tidak langsung menangis ketika baru mulai memotong bawang. Senyawa yang menyebabkan iritasi baru terbentuk setelah sel bawang mengalami kerusakan dan hasil reaksinya menyebar ke udara.

Fenomena sederhana tersebut menunjukkan proses kimia di dalam makanan dapat berinteraksi langsung dengan sistem pertahanan tubuh manusia. Jadi, air mata saat memotong bawang bukan disebabkan oleh rasa sedih, melainkan respons biologis mata terhadap senyawa kimia yang dilepaskan bawang.

Iklan