Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Anabul Terlihat Sehat? Awas, Parasit Bisa Mengintai!

Hewan yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah pun tetap memiliki risiko terpapar parasit. Dalam rumah tak menjamin kesehatan.

Seekor anjing berjalan saat mengikuti kontes kesehatan hewan di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Bali, Minggu (27/9/2026).
Seekor anjing berjalan saat mengikuti kontes kesehatan hewan di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Bali, Minggu (27/9/2026). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom.)

Memelihara anjing atau kucing bukan hanya soal memastikan mereka makan cukup dan terlihat aktif setiap hari. Pemilik juga perlu memperhatikan perubahan kecil pada kebiasaan dan kondisi tubuh hewan peliharaan karena sejumlah gangguan kesehatan, termasuk infeksi parasit, bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Dokter hewan sekaligus Business Officer Kalbe Animal Health drh. Fuyi Ziget Zozalbo mengatakan kondisi kesehatan hewan peliharaan tidak selalu bisa dilihat dari penampilan luar.

“Sering kali hewan peliharaan terlihat sehat dari luar, tetapi sebenarnya sedang mengalami masalah kesehatan yang belum terdeteksi. Penurunan napsu makan, perubahan perilaku menjadi lebih pasif, hingga penurunan berat badan merupakan beberapa tanda yang perlu diperhatikan pemilik,”

ujar Fuyi dalam keterangan resmi kepada Owrite.id, dikutip pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Maka, pemilik perlu terbiasa mengamati kebiasaan hewan sehari-hari. Perubahan pola makan, aktivitas, perilaku, maupun berat badan dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Iklan

Terancam di Dalam Rumah

Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah infeksi parasit. Parasit pada hewan peliharaan secara umum terbagi menjadi ektoparasit dan endoparasit.

Ektoparasit seperti kutu, pinjal, caplak, dan tungau hidup di permukaan tubuh hewan. Sementara itu, endoparasit seperti cacing pita, cacing gelang, dan cacing tambang berada di dalam tubuh sehingga keberadaannya lebih sulit diketahui secara kasatmata.

Risiko infeksi parasit tidak hanya dialami anjing atau kucing yang sering bermain di luar rumah. Hewan yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah pun tetap memiliki risiko terpapar.

“Banyak pemilik hewan peliharaan mengira peliharaan yang tinggal di dalam rumah tidak berisiko mengalami cacingan. Padahal telur cacing dapat terbawa dari lingkungan melalui berbagai media, termasuk alas kaki yang digunakan saat beraktivitas di luar rumah,”

jelas Fuyi.

Risiko tersebut juga berkaitan dengan kebiasaan anjing dan kucing yang sering menjilati tubuhnya sendiri ketika membersihkan diri. Telur cacing yang terbawa dari lingkungan berpotensi masuk ke tubuh ketika hewan melakukan grooming.

Jangan Asal Pencet kutu

Selain cacing, kutu juga menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi pemilik hewan peliharaan. Ketika menemukan kutu pada tubuh anabul, sebagian pemilik mungkin spontan mencoba menghilangkan dengan cara memencet.

Namun, pengendalian kutu tidak cukup hanya dengan membersihkan tubuh hewan. Sebab, sebagian besar siklus hidup kutu justru berlangsung di lingkungan.

“Sebagian besar siklus hidup kutu sebenarnya berada di lingkungan, bukan pada tubuh hewan. Oleh karena itu, pengendalian kutu tidak cukup hanya dilakukan pada hewan peliharaan, tetapi juga perlu disertai upaya menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh,”

kata Fuyi.

Artinya, ketika menemukan masalah kutu, pemilik juga perlu memperhatikan area yang sering digunakan hewan, seperti tempat tidur, karpet, sofa, maupun lingkungan sekitar rumah.

Hewan Senior Perlu Lebih Rutin Periksa

Selain memperhatikan parasit, pemeriksaan kesehatan berkala juga penting dilakukan, terutama ketika anjing atau kucing mulai memasuki usia senior.

Product Executive Kalbe Animal Health drh. Geraldus Gunawan mengatakan pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan gangguan kesehatan lebih awal, termasuk masalah yang berkaitan dengan fungsi hati, ginjal, dan metabolisme tubuh.

“Semakin dini suatu kondisi kesehatan terdeteksi, semakin besar peluang untuk dilakukan penanganan yang tepat,”

ujar Geraldus.

Ia menilai pemeriksaan kesehatan sebaiknya menjadi bagian dari perawatan rutin, bukan hanya dilakukan ketika hewan sudah menunjukkan tanda-tanda sakit.

Dalam edukasinya, Kalbe Animal Health juga mengingatkan pemilik mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian parasit, termasuk pemberian obat cacing sesuai kebutuhan serta perlindungan terhadap ektoparasit seperti kutu dan caplak.

Menjaga kesehatan anabul bukan hanya tentang melihat apakah mereka masih aktif bermain atau memiliki nafsu makan yang baik. Kebiasaan mengamati perubahan kecil, menjaga kebersihan lingkungan, mencegah parasit, dan memeriksakan kesehatan secara berkala dapat menjadi bagian dari perawatan hewan peliharaan dalam jangka panjang.

Iklan