Kemungkinan Folikulitis
“Bisa aja dia itu berangkat dari folikulitis,”
ujar dr. Ikhsan dalam videonya yang dikutip pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Folikulitis dapat muncul ketika folikel rambut mengalami peradangan. Kondisi tersebut salah satunya dapat berkaitan dengan rambut yang tumbuh ke dalam atau ingrown hair.
Jika peradangan terjadi pada banyak folikel dan semakin meluas, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi karbunkel.
Berkembang Menjadi Abses
Menurut dr. Ikhsan, infeksi yang semakin berkembang dapat membentuk abses, yaitu kantong berisi nanah di bawah kulit. Ketika permukaan kulit terbuka, nanah yang berada di dalamnya dapat keluar.
Abses yang berukuran besar, tidak selalu cukup ditangani dengan obat-obatan. Nanah yang terkumpul dapat perlu dikeluarkan melalui tindakan medis agar area tersebut dapat dibersihkan sebelum diberikan pengobatan lanjutan.
“Kalau misalkan udah kebentuk gede kayak gitu, absesnya gede harus dikeluarin,”
jelas dia.
Ia juga menyebutkan bahwa tindakan untuk mengeluarkan nanah dari abses dilakukan oleh tenaga medis, misalnya dengan membuat jalan keluar pada abses agar isinya dapat dikeluarkan dan dibersihkan.
Cara Mencukur yang Salah
Beberapa di antaranya menggunakan alat cukur yang tidak tajam, mencukur berlawanan arah pertumbuhan rambut, atau mencukur terlalu dekat dengan kulit.
Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi dan rambut tumbuh ke dalam. Selain mencukur, penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu oklusif atau berat juga disebut dapat menyumbat pori-pori pada kondisi tertentu.
Masalah serupa juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kulit yang sering berkeringat dan mengalami gesekan. Pada area kaki, misalnya, penggunaan pakaian yang terlalu ketat dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Jangan Dibiarkan
Selain kebiasaan mencukur, kebersihan kulit juga perlu diperhatikan, terutama setelah beraktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat.
Dia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dibiarkan begitu saja apabila sudah berkembang menjadi benjolan bernanah.
Jika benjolan semakin besar, terasa nyeri, atau berisi nanah, sebaiknya dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis. Penanganan pun perlu disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan infeksi.