Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Jangan Sembarangan Cukur, Iritasi Kulit Bisa Berujung Abses

Jika peradangan terjadi pada banyak folikel dan semakin meluas, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi karbunkel.

Ilustrasi potong rambut.
Ilustrasi potong rambut. (Magnific/Kamran Aydinov)

Kebiasaan mencukur rambut di tubuh ternyata perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Pasalnya, teknik mencukur tertentu dapat menyebabkan masalah pada folikel rambut dan berkembang menjadi infeksi kulit.

Hal tersebut disampaikan dr. Ikhsan Qoti melalui akun TikTok-nya dalam segmen Menjawab Pertanyaan Rakyat. 

Ia menjelaskan, kondisi yang awalnya terlihat seperti benjolan bernanah di area rambut dapat berawal dari folikulitis, yakni peradangan pada folikel rambut.

Iklan

Kemungkinan Folikulitis

“Bisa aja dia itu berangkat dari folikulitis,”

ujar dr. Ikhsan dalam videonya yang dikutip pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Folikulitis dapat muncul ketika folikel rambut mengalami peradangan. Kondisi tersebut salah satunya dapat berkaitan dengan rambut yang tumbuh ke dalam atau ingrown hair. 

Jika peradangan terjadi pada banyak folikel dan semakin meluas, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi karbunkel.

Berkembang Menjadi Abses

Menurut dr. Ikhsan, infeksi yang semakin berkembang dapat membentuk abses, yaitu kantong berisi nanah di bawah kulit. Ketika permukaan kulit terbuka, nanah yang berada di dalamnya dapat keluar.

Abses yang berukuran besar, tidak selalu cukup ditangani dengan obat-obatan. Nanah yang terkumpul dapat perlu dikeluarkan melalui tindakan medis agar area tersebut dapat dibersihkan sebelum diberikan pengobatan lanjutan.

“Kalau misalkan udah kebentuk gede kayak gitu, absesnya gede harus dikeluarin,”

jelas dia.

Ia juga menyebutkan bahwa tindakan untuk mengeluarkan nanah dari abses dilakukan oleh tenaga medis, misalnya dengan membuat jalan keluar pada abses agar isinya dapat dikeluarkan dan dibersihkan.

Cara Mencukur yang Salah

Beberapa di antaranya menggunakan alat cukur yang tidak tajam, mencukur berlawanan arah pertumbuhan rambut, atau mencukur terlalu dekat dengan kulit.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi dan rambut tumbuh ke dalam. Selain mencukur, penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu oklusif atau berat juga disebut dapat menyumbat pori-pori pada kondisi tertentu.

Masalah serupa juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kulit yang sering berkeringat dan mengalami gesekan. Pada area kaki, misalnya, penggunaan pakaian yang terlalu ketat dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Jangan Dibiarkan

Selain kebiasaan mencukur, kebersihan kulit juga perlu diperhatikan, terutama setelah beraktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat.

Dia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dibiarkan begitu saja apabila sudah berkembang menjadi benjolan bernanah.

Jika benjolan semakin besar, terasa nyeri, atau berisi nanah, sebaiknya dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis. Penanganan pun perlu disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan infeksi.

Iklan