Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Si Hangat Marigold vs Si Damai Cosmos: Menilik Filosofi Bunga Lahir Oktober

Meski konsep birth flower bukan tradisi yang secara khusus berasal dari Indonesia, marigold dan cosmos tetap menarik untuk dikenali.

Bunga Marigold.
Bunga Marigold. (Unsplash/Tawseem Hakak)

Bunga kelahiran atau birth flower merupakan tradisi yang mengaitkan jenis bunga tertentu dengan bulan kelahiran seseorang. Tradisi ini telah berkembang sejak masa Romawi, ketika bunga digunakan untuk menghias altar sebagai bagian dari perayaan ulang tahun.

Seiring waktu, berbagai negara memiliki pilihan bunga yang berbeda sesuai dengan musim dan budaya setempat.

Bagi mereka yang lahir pada Oktober, terdapat dua bunga yang kerap disebut sebagai bunga kelahiran, yaitu marigold dan cosmos. Keduanya memiliki warna dan karakter yang berbeda, tetapi sama-sama menyimpan makna yang menarik.

Iklan

Marigold

Melansir dari laman Gardenia, Sabtu, 3 Oktober 2026, marigold dikenal sebagai bunga dengan warna khas kuning hingga jingga keemasan. Selain warna tersebut, kini tersedia pula varietas berwarna putih, merah, dan kombinasi warna lain.

Nama marigold dipercaya berkaitan dengan kata “Mary” dan “Golde”. Pada masa lalu, bunga ini bahkan digunakan sebagai pengganti koin emas dalam tradisi penghormatan kepada Perawan Maria bagi orang yang tidak mampu memberikan emas.

Marigold juga telah lama dimanfaatkan dalam berbagai tradisi pengobatan. Bunga ini diketahui memiliki senyawa dengan sifat antioksidan dan telah digunakan dalam sejumlah produk herbal maupun perawatan kulit.

Cosmos

Selain marigold, cosmos menjadi bunga kelahiran lainnya untuk bulan Oktober. Bunga ini memiliki daun yang berbentuk seperti helaian halus dan bunga menyerupai bunga daisy. Cosmos hadir dalam berbagai warna, mulai dari putih, merah muda, ungu, kuning, jingga hingga merah.

Cosmos pertama kali dikenal di wilayah Meksiko dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat Aztek dalam berbagai keperluan. Bunga ini kemudian dibawa ke Eropa oleh penjelajah Spanyol pada abad ke-16.

Nama “cosmos” berasal dari bahasa Yunani yang berkaitan dengan gagasan tentang keteraturan dan harmoni. Penamaan tersebut dikaitkan dengan susunan kelopak bunga yang terlihat teratur.

Duo Filosofi

Marigold sering dikaitkan dengan kehangatan, kebahagiaan, keberuntungan, kekayaan, serta semangat dan keteguhan. Warna jingga dan kuning juga memberikan kesan cerah dan optimistis.

Sementara itu, cosmos lebih banyak diasosiasikan dengan kedamaian, keseimbangan, keteraturan, dan keharmonisan. Bunga ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan yang penuh penghargaan dan ketulusan.

Makna tersebut membuat kedua bunga ini dapat menjadi pilihan hadiah bagi seseorang yang lahir pada Oktober. Marigold dapat memberikan kesan hangat dan penuh semangat, sedangkan cosmos menghadirkan simbol ketenangan dan keharmonisan.

Nama Berbeda di Indonesia

Marigold cukup dikenal di Indonesia dengan berbagai nama. Di Bali, bunga ini dikenal sebagai gumitir atau gemitir dan banyak digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan.

Di sejumlah daerah, marigold juga dikenal dengan sebutan bunga tahi kotok. Nama tersebut merujuk pada tanaman dari genus Tagetes yang memiliki bunga berwarna kuning hingga jingga.

Sementara itu, cosmos juga memiliki beberapa jenis yang tumbuh di Indonesia. Salah satunya adalah kenikir, terutama Cosmos caudatus, yang cukup dikenal sebagai tanaman pangan dan sayuran.

Hadiah

Keduanya cocok menjadi pilihan bunga untuk diberikan kepada seseorang yang lahir pada Oktober.

Marigold cocok jika ingin memberikan kesan cerah, hangat, dan penuh semangat. Sementara itu, cosmos dapat dipilih untuk menyampaikan kesan lembut, damai dan harmonis.

Meski konsep birth flower bukan tradisi yang secara khusus berasal dari Indonesia, marigold dan cosmos tetap menarik untuk dikenali karena keduanya dapat tumbuh di Indonesia. Dengan begitu, bunga kelahiran Oktober bukan hanya memiliki makna simbolis, tetapi juga cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Nusantara.

Iklan