Mengapa Cepat Basi?
Melansir dari laman Hello Sehat pada 3 Oktober 2026, makanan menjadi cepat basi karena pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan ragi yang berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang mendukung
Salah satu faktor yang membuat makanan cepat rusak adalah suhu. Makanan yang mudah rusak, seperti daging, telur, produk susu, serta makanan yang sudah dimasak, tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Perjalanan yang berlangsung berjam-jam, terutama ketika terjadi kemacetan, membuat makanan lebih lama berada di dalam kendaraan.
Kemudian, jenis makanan juga berpengaruh. Makanan berkuah, bersantan, dan lauk dengan kandungan protein tinggi cenderung membutuhkan penanganan lebih hati-hati dibandingkan makanan kering.
Cara Simpan Bekal
Agar makanan tetap aman dikonsumsi, merangkum dari berbagai sumber, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membawa bekal untuk perjalanan.
- Pilih Makanan yang Praktis
Makanan kering dapat menjadi pilihan untuk perjalanan karena relatif mudah dibawa dan tidak membutuhkan banyak penanganan. Beberapa contohnya seperti abon, kering tempe, kering kentang, sambal teri kacang, roti, dan biskuit. Buah seperti apel, jeruk, dan kurma juga bisa menjadi pilihan camilan.
2. Pisahkan Makanan Kering dan Basah
Taruh di tempat berbeda, karena mencampurkan keduanya dapat membuat makanan kering menjadi lembap dan memengaruhi teksturnya. Gunakan wadah yang bersih dan tertutup rapat. Untuk makanan berkuah atau makanan yang mudah tumpah, pastikan penutupnya benar-benar rapat.
3. Gunakan Cooler Box
Makanan seperti daging, ayam, ikan, telur, produk susu, dan makanan matang membutuhkan perhatian lebih selama perjalanan. Jika makanan tersebut harus dibawa dalam waktu lama, gunakan cooler box yang dilengkapi ice pack.
4. Jangan Biarkan Lama di Suhu Ruang
Suhu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan makanan. Makanan yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan berjam-jam dalam kondisi hangat karena dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
5. Simpan dalam Porsi Sekali Makan
Cara ini bisa mengurangi kebutuhan untuk membuka satu wadah makanan berulang kali. Makanan yang akan dikonsumsi dapat dikeluarkan sesuai kebutuhan, sedangkan bekal lainnya tetap tersimpan dengan baik. Dengan begitu, seluruh makanan tidak perlu berada di suhu ruang sepanjang perjalanan.
6. Jangan Mengandalkan Bau atau Warna Makanan
Makanan yang sudah terkontaminasi tidak selalu menunjukkan perubahan yang mudah dikenali. Karena itu, jangan hanya mengandalkan aroma, warna, atau rasa untuk menentukan apakah makanan masih aman dikonsumsi.
7. Siapkan Air Minum yang Cukup
Selain makanan, jangan lupa membawa air minum yang cukup. Perjalanan dalam waktu lama, terutama ketika cuaca panas, membuat kebutuhan cairan tetap perlu diperhatikan.
Bawa Camilan
Camilan seperti kacang, roti, buah utuh, atau makanan kering juga bisa disiapkan sebagai pilihan makanan ringan yang praktis selama perjalanan.
Membawa bekal saat bepergian bukan hanya soal memilih makanan yang praktis. Cara memasak, mengemas, menyimpan, dan menjaga suhu makanan juga perlu diperhatikan.
Dengan memilih makanan yang sesuai dan menyimpan dengan cara yang tepat, bekal dapat tetap lebih aman dan nyaman dikonsumsi selama perjalanan.