Lebih Mudah Berminyak
T-zone memiliki aktivitas kelenjar penghasil minyak yang relatif lebih tinggi dibandingkan pipi.
Berdasarkan penelitian dari Skin Research and Technology tahun 2005, menemukan bahwa rata-rata produksi sebum pada hidung mencapai 127,7 µg/cm², sedangkan pada pipi hanya sekitar 49 µg/cm².
Perbedaan tersebut menjelaskan mengapa area T-zone sering terlihat lebih mengilap. Selain karakteristik kulit, produksi minyak juga dapat dipengaruhi oleh hormon, usia, dan kondisi lingkungan.
Cara Merawat
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), merawat kulit berminyak tidak harus menggunakan produk yang membuat wajah terasa sangat kesat. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:
- Bersihkan wajah dua kali sehari. Gunakan pembersih berformula lembut dan hindari menggosok wajah terlalu keras.
- Pilih skincare non-comedogenic. Produk dengan label ini diformulasikan agar tidak mudah menyumbat pori-pori.
- Tetap gunakan pelembap. Pilih tekstur gel atau losion ringan untuk menjaga hidrasi kulit.
- Gunakan salicylic acid bila diperlukan. Kandungan ini dapat membantu mengatasi pori-pori tersumbat dan komedo.
- Jangan lewatkan sunscreen. Pilih tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 dan formula yang nyaman untuk kulit berminyak.
Jika wajah mulai mengilap saat beraktivitas, kertas minyak atau blotting paper juga dapat digunakan dengan cara ditekan perlahan pada area T-zone.
Hindari Kebiasaan Ini
Salah satu kesalahan dalam merawat kulit berminyak adalah terlalu sering mencuci wajah atau menggunakan produk berbahan keras demi menghilangkan minyak.
Padahal, menurut AAD, kebiasaan tersebut justru berisiko mengiritasi kulit. Pemilik kulit berminyak juga tetap membutuhkan pelembap untuk menjaga kesehatan lapisan pelindung kulit atau skin barrier.
Dengan perawatan yang sesuai, produksi minyak pada T-zone dapat dikelola tanpa mengorbankan kelembapan alami wajah.