Sering dengar cerita orang yang ngaku kena santet, pelet, atau gangguan tak kasat mata? Walaupun zaman sudah canggih dan pemikiran sudah modern, tak bisa dipungkiri jika perdukunan juga masih eksis hingga sekarang.
Makanya hal-hal seperti santet, pelet, atau gangguan tak kasat mata masih sering dibicarakan masyarakat dan menjadi bagian dari kepercayaan yang berkembang di Indonesia, dan sering dikenal sebagai serangan metafisika yaitu gangguan yang berasal dari kekuatan supranatural, energi gaib, atau entitas non-fisik.
Dalam kelas metafisika di kanal YouTube Kisah Tanah Jawa membahas sejumlah jenis serangan metafisika yang dipercaya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kesehatan hingga urusan asmara dan usaha.
Iklan
Lantas, apa saja macam-macam serangan metafisika tersebut?
1. Santet
Gambar ilustrasi boneka santet. (Foto: Freepik)
Mungkin kamu sudah sering mendengar serangan metafisika yang satu ini. Santet yang juga berarti “sisan leh kentet” adalah salah satu cara untuk mengirimkan sesuatu kepada seseorang dengan tujuan mencelakai, menyakiti, hingga membunuh dengan ilmu sihir.
Orang-orang sering mengaitkan santet dengan gangguan kesehatan hingga berbagai masalah dalam kehidupan. Padahal pada awalnya ilmu santet dipergunakan untuk mempertahankan diri, apalagi saat masa penjajahan.
Tapi sekarang praktik ini kerap dikaitkan dengan penggunaan benda pribadi atau barang yang dianggap mewakili orang yang menjadi sasaran. Biasa ditujukan untuk membuat orang sakit, atau yang parah bahkan meninggal dunia.
Namun, jika mengalami keluhan seperti nyeri, gangguan tidur, atau kondisi tubuh yang menurun jangan langsung mengklaim kena santet. Sebaiknya periksa ke rumah sakit terdekat untuk menemukan penanganan medis yang tepat.
2. Ilmu Pelet
Ilustrasi Pelet. (Sumber: Unsplash/Nastia Petruk)
Sama-sama buat mencelakai orang, pelet dipercaya bertujuan untuk membuat seseorang tertarik atau jatuh cinta kepada orang tertentu.
Dulunya ajaran ilmu pelet adalah istilah yang diberikan dari murid yang berguru dan belajar ilmu kepada wanita ini. Asal muasal ilmu pelet tercipta dari kata “ilmu” yang artinya pengetahuan, amalan atau rahasia sedangkan “pelet” yang artinya menempel, merekat atau lengket tergila-gila.
Dalam cerita yang beredar orang yang dianggap terkena pelet digambarkan dengan terus memikirkan seseorang, sulit berkonsentrasi, atau mengalami perubahan perilaku. Biasanya media yang digunakan untuk praktik ini seperti foto, pakaian, dan barang pribadi.
Meski begitu, sulit melupakan seseorang atau terus memikirkan pasangan bukan bukti terkena pelet. Perasaan tersebut bisa saja muncul secara alami karena jatuh cinta, stres, atau keterikatan emosional.
Ada juga serangan metafisika juga dipercaya sebagian masyarakat dapat menyasar tempat usaha. Gangguan ini dikaitkan dengan kondisi usaha yang mendadak sepi, kehilangan pelanggan, hingga makanan dagangan yang cepat basi.
Dalam cerita yang beredar, ada pula anggapan bahwa gangguan tersebut berkaitan dengan upaya merusak penglaris atau sesuatu yang dipercaya dapat mendatangkan pembeli.
Namun, usaha yang sepi tidak otomatis menandakan adanya gangguan gaib. Bisa saja karena memang faktor nyata, seperti kualitas produk, kebersihan, harga, pelayanan, dan persaingan.
Jadi, santet, pelet, dan gangguan metafisika masih menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat. Namun, cerita tersebut tidak bisa dijadikan bukti bahwa setiap masalah kesehatan, asmara, atau usaha disebabkan oleh hal gaib.
Karena itu, penting untuk tetap berpikir kritis. Periksa kondisi kesehatan secara medis, bangun hubungan melalui komunikasi yang sehat, dan telusuri penyebab nyata ketika usaha mengalami masalah.