Lantas kenapa seseorang bisa sensi saat mendengarkan cerita orang lain? Dan apa ciri-cirinya?
Apa Arti Nirempati?
Menurut akun Instagram @perempuanberkisah, sikap seperti ini bisa masuk dalam kategori nirempati, yaitu ketika seseorang tidak mampu atau tidak mau memahami, merasakan, maupun merespon perasaan dan kebutuhan emosi orang lain.
Biasanya sikap nirempati muncul dalam obrolan bareng teman, hubungan asmara, lingkungan keluarga, bahkan tempat kerja.
Kadang orang tidak sadar kalau dirinya nirempati, karena biasannya mereka merasa hanya sedang memberikan nasehat, padahal kata-katanya tersebut membuat orang lain merasa tidak didengarkan.
Biasannya orang nirempati kalau diajak curhat akan langsung menghakimiku, meremehkan kesedihanmu, atau bisa saja langsung memaksakan sudat pandang mereka tanpa mau memahami situasi yang sedang kamu hadapi.
Contohnya, saat kamu mau cerita kalau hari ini harimu hectic banget, dan mau cerita biar lebih plong, tapi temenmu malah jawab “Emang cuma kamu aja yang kerja?“.
Padahal kamu nggak sedang nyari solusi, tapi cuma mau di denger dan memvalidasi perasaan mu saja kalau wajar kamu capek karena hari ini kerjaan mu lebih padat daripada biasannya.
Orang Nirempati
Sadar atau tidak, ternyata ada beberapa kata yang mungkin dianggap biasa saja, tapi bisa membuat orang lain merasa diremehkan. Berikut contohnya yang mungkin pernah kamu dengar
- “Gitu doang kok sedih?”
- “Orang lain lebih susah kalik, kamu mah mending,”
- “Salah sendiri sih nggak mau dengerin omongan orang lain,”
- “Kamu mah terlalu baper,”
- “Aku juga punya maslaah sendiri juga, kalik,”
- “Udah lah jangan dipikirin lagi,”
- “Itu sih bukan urusan ku, ya,”
Pasti rasannya akan sakit, saat kita curhat dengan teman kita dan ternyata kata-kata yang muncul maslah seperti itu.
Padahal, berempati tidak perlu dengan usaha yang besar. Karena, rasa empati bisa ditunjukkan dnegan cara mendengarkan, menanyakan kabar, atau menawarkan bantuan sesuai dengan kemampuan kita saja sudah merupakan bentuk kepedulian.
Cara Hadapi Nirempati
Berhadapan dnegan orang yang nirempati memang menguras emosi. Apalagi jika ternyata orang-orang ini ternyata teman dekat, pasangan, anggota keluarga, atau rekan kerja yang sering berinteraksi dengan kita.
Untuk menghadapinya kamu bisa coba lakukan cara-cara berikut ini:
- Sampaikan apa yang kamu rasakan. Jelaskan bahwa ucapan tertentu membuatmu tidak nyaman tanpa harus menyerang pribadinya.
- Jangan memaksakan diri untuk selalu dimengerti. Tidak semua orang bisa langsung memahami sudut pandang mu.
- Tetapkan batasan. Jika percakapan terus membuatmu merasa direndahkan, kamu boleh mengambil jarak.
- Pilih waktu untuk bercerita. Sampaikan masalah kepada orang yang bersedia mendengarkan dan menghargai perasaanmu.
- Belajar mendengarkan orang lain. Jika kamu menyadari pernah mengucapkan kalimat yang menyakitkan, cobalah meminta maaf dan memperbaiki cara berkomunikasi.
Makannya, empati bukan berarti harus selalu setuju dengan pendapat orang lain. Kita tetap boleh berbeda pandangan, memberikan kritik, atau menolak permintaan seseorang tanpa merendahkan perasaannya.
Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa berat perjuangan yang sedang dihadapi orang lain.
Jadi, sebelum mengatakan seseorang terlalu sensitif atau masalahnya tidak seberapa, cobalah berhenti sejenak dan mendengarkan. Terkadang, satu kalimat yang lebih hangat bisa membuat seseorang merasa tidak sendirian menghadapi masalahnya.