Pembentukan Gigi Hiu
Gigi hiu paling sering terlihat pada gigi seri bawah, terutama ketika anak memasuki usia sekitar 6–7 tahun.
Kondisi tersebut dapat terjadi ketika akar gigi susu belum terserap secara sempurna, sementara gigi permanen sudah mulai tumbuh dari belakang. Akibatnya, gigi permanen mencari jalur pertumbuhan lain karena posisi gigi susu masih ditempati.
Meski demikian, kondisi ini tidak selalu menandakan ada kelainan serius. Pada sebagian anak, gigi susu akan tanggal dengan sendirinya dan gigi permanen perlahan bergerak menuju posisi yang lebih sesuai.
Berbahaya bagi Anak
Melansir Nationwide Children’s Hospital pada 18 Oktober 2026, kemunculan dua baris gigi pada anak umumnya tidak menyebabkan rasa sakit ataupun infeksi. Bahkan, sebagian besar kasus tidak membutuhkan tindakan khusus.
Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan perkembangan posisi gigi permanen.
Apabila ruang pada rahang tidak mencukupi, gigi permanen berisiko tumbuh berjejal atau mengalami dental crowding. Kondisi ini dapat memengaruhi kerapian susunan gigi anak.
Tidak Selalu Langsung Cabut
Tidak semua kasus gigi hiu membutuhkan pencabutan. Menurut Singapore Society for Paediatric Dentistry, kondisi ini sering kali membaik secara alami. Setelah gigi susu tanggal, dorongan lidah dapat membantu gigi permanen bergerak ke arah depan.
Namun, pemeriksaan dokter gigi diperlukan apabila gigi susu masih tertanam kuat, terutama ketika gigi permanen sudah tumbuh penuh atau mencapai tinggi yang sama dengan gigi susu.
Dokter kemudian akan menentukan apakah gigi cukup dipantau atau membutuhkan pencabutan.
Tanda Gigi Hiu
Meski umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan orang tua, antara lain:
- Gigi permanen sudah tumbuh cukup tinggi, tetapi gigi susu belum goyang.
- Anak mengalami nyeri atau kesulitan saat mengunyah.
- Gusi mengalami pembengkakan atau menunjukkan tanda infeksi.
- Susunan gigi terlihat semakin berjejal.
- Gigi permanen tumbuh dengan posisi yang tidak biasa.
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) melalui pedoman Management of the Developing Dentition and Occlusion in Pediatric Dentistry pada 2024 menekankan pentingnya pemeriksaan dini terhadap kelainan pertumbuhan dan susunan gigi anak.
Apa yang Harus Dilakukan?
Ketika menemukan gigi anak tumbuh dua baris, hindari langsung mencabut gigi susu secara paksa. Apabila gigi susu sudah goyang, anak dapat didorong untuk menggoyangkan secara perlahan agar tanggal secara alami.
Selain itu, pastikan anak tetap menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Area di antara dua barisan gigi juga perlu dibersihkan agar tidak menjadi tempat penumpukan sisa makanan dan plak.
Gigi hiu bukan kondisi yang otomatis membahayakan anak. Namun, pertumbuhan gigi yang tidak menunjukkan perkembangan normal tetap membutuhkan evaluasi dokter gigi agar tidak mengganggu susunan gigi permanen di kemudian hari.