Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Bayam hingga Seledri, Benarkah Sayur Ini Tak Boleh Dipanaskan Ulang?

Sayur tidak harus selalu dihabiskan dalam satu waktu, tetapi sisa sayur juga tidak boleh ditangani sembarangan.

Sayuran yang dihangatkan.
Sayuran yang dihangatkan. (Unsplash/Jametlene Reskp)

Memanaskan sayur yang sudah dimasak memang menjadi solusi praktis agar makanan tidak terbuang. Namun, kebiasaan menghangatkan sayur berulang kali tanpa memperhatikan cara penyimpanan bisa meningkatkan risiko keamanan pangan.

Dosen Departemen Ilmu Gizi IPB University Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, dikutip pada 19 Oktober 2026, mengingatkan bahwa beberapa jenis makanan, termasuk sayuran hijau dan sayuran tinggi nitrat, perlu diperhatikan saat dipanaskan kembali. Sayuran seperti bayam, kale, wortel, lobak, dan seledri termasuk dalam kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Lantas, apakah semua sayuran yang dipanaskan kembali berbahaya? Berikut penjelasan dan cara menyimpan sisa sayuran agar tetap aman dikonsumsi.

Iklan

Tidak Boleh Dipanaskan

Sayuran mengandung nitrat secara alami. Dalam kondisi tertentu, nitrat dapat diubah menjadi nitrit oleh mikroorganisme, terutama ketika makanan disimpan pada suhu yang tidak tepat.

Menurut German Federal Institute for Risk Assessment (BfR) penyimpanan yang tidak higienis dapat meningkatkan pembentukan nitrit pada makanan yang mengandung banyak nitrat.

Maka, persoalan keamanan sayur bukan semata-mata berapa kali makanan dipanaskan, melainkan juga bagaimana sayur didinginkan, disimpan, dan ditangani sebelum dikonsumsi kembali.

Nitrit dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Selain itu, nitrit dapat terlibat dalam pembentukan senyawa N-nitroso tertentu yang berpotensi karsinogenik dalam kondisi tertentu.

Bakteri Bisa Menjadi Masalah

Risiko dari sisa makanan tidak terbatas pada perubahan kandungan senyawa di dalam sayuran. Makanan matang yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang juga dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab penyakit bawaan makanan.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA) bakteri dapat berkembang dengan cepat pada kisaran suhu sekitar 4–60 derajat Celsius.

Makanan matang yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam, atau satu jam ketika suhu lingkungan berada di atas sekitar 32 derajat Celsius.

Cara Menyimpan Sisa Sayur

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan sisa sayuran matang.

  1. Segera dinginkan dan simpan di lemari es. Masukkan sisa makanan ke lemari es dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak atau disajikan. Gunakan wadah bersih dan tertutup agar makanan terlindung dari kontaminasi.
  2. Gunakan wadah dangkal. Jika memasak sayur dalam jumlah banyak, pindahkan sisa makanan ke wadah berukuran lebih kecil. Cara ini membantu makanan lebih cepat dingin sebelum disimpan.
  3. Ambil secukupnya. Daripada memanaskan seluruh panci sayur setiap kali ingin makan, pisahkan porsi yang akan dikonsumsi. Sisa lainnya dapat tetap disimpan dalam kondisi dingin.
  4. Jangan menyimpan terlalu lama. USDA menyarankan agar sisa makanan matang yang mudah rusak dikonsumsi dalam waktu tiga hingga empat hari jika disimpan di lemari es bersuhu maksimal sekitar 4 derajat Celsius.

Sayur tidak harus selalu dihabiskan dalam satu waktu, tetapi sisa sayur juga tidak boleh ditangani sembarangan. Kunci utama adalah penyimpanan yang higienis, pendinginan yang cepat, dan pemanasan ulang yang tepat.

Iklan