Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Ini Alasan Celana Jeans ‘Haram’ Sering Dicuci

Mengurangi frekuensi mencuci bukan berarti membiarkan jeans dalam keadaan kotor. Perawatan yang tepat tetap diperlukan agar nyaman digunakan.

Penjemuran celana jeans.
Penjemuran celana jeans. (Pixabay/pexels)

Celana jin (jeans) menjadi salah satu fesyen item yang hampir selalu ada di lemari. Namun, berbeda dengan pakaian sehari-hari lain, jin ternyata tidak disarankan terlalu sering dicuci.

Kebiasaan memasukkan jin ke mesin cuci setiap kali selesai dipakai justru bisa membuat warna lebih cepat pudar dan kualitas bahannya menurun.

Anjuran untuk mengurangi frekuensi mencuci jin bukan sekadar tren fesyen. Merangkum dari berbagai sumber, Rabu, 21 Oktober 2026, ada alasan terkait karakteristik kain denim, perawatan pakaian, hingga dampaknya terhadap lingkungan.

Iklan

Warna Cepat Pudar

Denim menggunakan pewarna indigo yang memiliki karakteristik berbeda dari pewarna kain lain. Pada denim biru tradisional, zat warna terutama berada di bagian permukaan benang sehingga dapat terkikis akibat gesekan.

Proses pencucian berulang, terutama menggunakan deterjen kuat dan air panas, dapat mempercepat perubahan warna jeans.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa penggemar raw denim cenderung membatasi frekuensi pencucian. Mereka ingin mempertahankan warna asli sekaligus membiarkan pola pudar terbentuk secara alami mengikuti aktivitas pemakainya.

Menjaga Kualitas Bahan

Jin dikenal sebagai pakaian yang kuat karena konstruksi kain twill atau tenunan diagonal. Meski demikian, bukan berarti denim kebal terhadap kerusakan.

Gesekan selama proses pencucian dan pengeringan dapat menyebabkan serat mengalami keausan secara bertahap. Jeans yang mengandung elastane atau bahan stretch juga membutuhkan perawatan lebih hati-hati.

Paparan suhu tinggi, terutama saat menggunakan mesin pengering, berpotensi memperpendek usia elastisitas bahan. Karena itu, mencuci dengan air dingin dan mengeringkan jeans secara alami lebih dianjurkan.

Dicuci Setelah 10 Kali Pemakaian

Menariknya, merek denim ternama Levi’s juga menyarankan konsumen untuk tidak terlalu sering mencuci jin.

Mengutip dari panduan resmi perawatan denim, Levi’s merekomendasikan pencucian setelah sekitar 10 kali pemakaian untuk membantu mempertahankan bentuk, warna, dan usia pakaian.

Namun, angka tersebut bukan aturan mutlak. Jeans yang sudah berbau, terkena noda, atau sangat kotor tetap perlu segera dicuci.

Perawatan

Mengurangi frekuensi mencuci bukan berarti membiarkan jin dalam keadaan kotor. Perawatan yang tepat tetap diperlukan agar pakaian nyaman digunakan. Beberapa langkah yang direkomendasikan Levi’s antara lain:

  • Bersihkan noda kecil menggunakan kain lembap dan sabun lembut.
  • Angin-anginkan jeans setelah digunakan.
  • Balik bagian dalam jeans ke luar sebelum mencuci.
  • Gunakan air dingin dan deterjen lembut.
  • Hindari mesin pengering bersuhu tinggi.
  • Jemur secara alami di tempat teduh untuk membantu menjaga warna.

Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, kondisi jeans perlu diperhatikan setelah beraktivitas. Keringat berlebih, bau tidak sedap, dan noda menjadi pertimbangan untuk mencuci jin lebih cepat.

Anjuran tidak sering mencuci jin bukan berarti mengabaikan kebersihan, melainkan menyesuaikan frekuensi pencucian dengan kondisi pakaian agar lebih awet sekaligus mengurangi penggunaan air dan energi.

Iklan