Pernah Chat di Grup WhatsApp tapi Nggak Ada yang Balas? Ternyata Ini Penjelasan Psikologinya!
Mau tanya tugas di grup wa tapi nggak ada yang respon? Bukan berarti temen mu cuek ya, bisa jadi mengalami bystander effect dan diffusion of responsibility. Simak pengertian dan cara mengatasinya!
Pernah nggak kamu bertanya sesuatu di grup WhatsApp (WA) kelas, seperti soal tugas, pekerjaan kelompok, atau informasi penting lainnya, tetapi nggak ada satu pun teman yang membalas?
Padahal, saat kamu menghubungi salah satu dari mereka lewat chat pribadi, jawabannya justru datang dengan cepat.
Situasi seperti ini mungkin terasa menyebalkan sekaligus bikin bingung. Namun, grup yang mendadak hening bukan berarti teman-temanmu sengaja mengabaikan pesan atau bersikap sombong, lho.
Iklan
Ada penjelasan psikologi sosial yang bisa membantu memahami mengapa hal ini terjadi.
Salah satunya berkaitan dengan diffusion of responsibility, yaitu kondisi ketika seseorang merasa tanggung jawab untuk bertindak terbagi dengan orang lain.
Efek Tanggung Jawab yang Terbagi
Dalam psikologi sosial, fenomena ketika seseorang cenderung tidak bertindak karena ada orang lain di sekitarnya dikenal sebagai bystander effect.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhinya adalah diffusion of responsibility atau penyebaran tanggung jawab.
Sederhananya, semakin banyak orang yang menyaksikan suatu situasi atau menerima permintaan, semakin besar kemungkinan setiap orang merasa bahwa orang lain akan mengambil tindakan terlebih dahulu.
Pola ini berkaitan dengan penelitian psikolog sosial John Darley dan Bibb Latané pada 1968.
Dalam eksperimen mereka, keberadaan orang lain terbukti dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk memberikan pertolongan.
Hal serupa bisa terjadi di grup WhatsApp. Ketika seseorang mengajukan pertanyaan atau meminta bantuan, anggota grup mungkin berpikir, “Nanti juga ada yang jawab.”
Akhirnya, setiap orang menunggu anggota lain untuk mengambil inisiatif. Pertanyaan yang sebenarnya sederhana pun bisa berakhir tanpa balasan.
Meski begitu, bystander effect awalnya banyak diteliti dalam konteks situasi darurat dan pemberian pertolongan.
Karena itu, fenomena ini bisa membantu menjelaskan pola komunikasi di grup, tetapi tidak otomatis menjadi penyebab setiap pesan yang tidak dibalas.
Apa Efeknya?
Fenomena ini juga berkaitan dengan cara orang berkomunikasi secara daring.
Ketika pesan dikirim kepada banyak orang sekaligus, penerima bisa merasa bahwa dirinya bukan satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk merespons.
Situasi tersebut bisa semakin terasa ketika pesan sudah dibaca, tetapi belum ada satu pun anggota yang membalas. Anggota lain mungkin memilih menunggu karena menganggap seseorang pasti akan menjawab lebih dulu.
Namun, grup yang sepi tidak selalu mengalami bystander effect. Seperti yang disinggung akun TikTok @lorelabbb, ada kemungkinan anggota grup sedang sibuk, tidak mengetahui jawabannya, atau mengira pertanyaan tersebut tidak ditujukan kepada mereka secara khusus.
Jadi, pesan yang tidak dibalas belum tentu berarti kamu diabaikan. Ada berbagai kemungkinan yang melatarbelakanginya.
Gimana Cara Mengatasinya?
Jika salah satu penyebabnya adalah tanggung jawab yang terasa terbagi, cara yang bisa dicoba adalah mengarahkan pertanyaan kepada orang tertentu yang memang relevan.
Daripada hanya menulis, “Guys, ada yang punya file ini nggak?” kamu bisa menyebut nama orang yang kemungkinan memiliki file tersebut, misalnya, “Andre, kamu punya file ini nggak?”
Kamu juga bisa menggunakan fitur mention di WhatsApp agar orang yang dituju lebih mudah mengetahui bahwa pesan tersebut berkaitan dengannya.
Dengan menyebut nama secara spesifik, kamu memperjelas siapa yang diharapkan merespons. Meski begitu, cara ini tentu tidak menjamin pesan akan langsung dibalas.
Jadi, kalau grup WhatsApp kelasmu mendadak hening setelah kamu mengirim pertanyaan, jangan buru-buru menganggap semua orang sengaja mengabaikanmu.
Bisa jadi, mereka sama-sama menunggu orang lain untuk mulai menjawab.
Nah, kamu sendiri termasuk tim yang selalu membalas pesan di grup atau lebih sering menjadi silent reader?