Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Smart TV dan Android TV Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Perbedaannya

Televisi kini bukan lagi sekadar perangkat untuk menonton siaran lokal. Kehadiran layanan streaming seperti Netflix, YouTube, dan Disney+

Televisi
Televisi (Foto: Unsplash/Marques Kasparek)

Televisi kini bukan lagi sekadar perangkat untuk menonton siaran lokal. Kehadiran layanan streaming seperti Netflix, YouTube, dan Disney+ membuat masyarakat semakin mempertimbangkan fitur digital sebelum membeli TV baru.

Di pasaran, dua istilah yang sering ditemukan adalah Smart TV dan Android TV. Keduanya menawarkan akses hiburan melalui internet, tetapi masih banyak konsumen yang menganggap keduanya sebagai dua jenis televisi yang sepenuhnya berbeda.

Padahal, Android TV sebenarnya termasuk dalam kategori Smart TV. Perbedaan utamanya terletak pada sistem operasi, ekosistem aplikasi, serta fitur yang ditawarkan. Merangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Iklan

Smart TV dan Android TV

Smart TV merupakan televisi yang dilengkapi sistem operasi dan koneksi internet sehingga dapat menjalankan berbagai aplikasi tanpa memerlukan perangkat tambahan.

Setiap produsen dapat menggunakan sistem operasi berbeda. Misalnya, Samsung menggunakan Tizen OS, sementara LG mengembangkan webOS untuk lini televisinya.

Sementara itu, Android TV merupakan platform televisi pintar berbasis Android yang dikembangkan Google. Sistem ini memungkinkan pengguna mengakses aplikasi melalui Google Play Store, menggunakan Google Assistant pada perangkat yang mendukung, hingga menghubungkan televisi dengan perangkat lain.

Artinya, semua Android TV termasuk Smart TV, tetapi tidak semua Smart TV menggunakan Android TV.

Perbedaan Smart TV dan Android TV

Meski sama-sama dapat terhubung ke internet, terdapat beberapa perbedaan yang perlu dipahami sebelum membeli televisi.

  1. Sistem operasi Smart TV memiliki beragam sistem operasi, bergantung pada produsen. Sementara itu, Android TV secara khusus menggunakan Android TV OS dari Google.
  2. Ketersediaan aplikasi Android TV menyediakan akses ke Google Play Store untuk mengunduh aplikasi yang kompatibel dengan televisi. Smart TV dengan sistem operasi lain juga memiliki toko aplikasi sendiri. Namun, pilihan aplikasi yang tersedia dapat berbeda sesuai merek, model, dan wilayah.
  3. Koneksi dengan smartphone Android TV memiliki integrasi dengan ekosistem Google. Melalui fitur Google Cast pada perangkat yang mendukung, pengguna dapat menampilkan konten dari smartphone ke layar televisi. Sedangkan Smart TV non-Android juga dapat menawarkan fitur serupa, tetapi menggunakan teknologi atau sistem konektivitas yang berbeda.
  4. Fitur perintah suara Android TV mendukung pencarian dan pengoperasian menggunakan Google Assistant pada model yang kompatibel. Sementara itu, Smart TV lain dapat menggunakan asisten suara sesuai sistem yang dikembangkan produsennya.

Tips Memilih TV

Sebelum membeli televisi baru, konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada label Smart TV, Android TV, atau Google TV. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan aplikasi streaming favorit tersedia pada perangkat.
  • Periksa resolusi layar, jenis panel, dan kualitas audio.
  • Pilih sistem operasi dengan tampilan yang mudah digunakan.
  • Perhatikan kapasitas penyimpanan jika ingin memasang banyak aplikasi.
  • Pastikan produsen menyediakan dukungan pembaruan perangkat lunak.
  • Sesuaikan ukuran televisi dengan luas ruangan dan jarak menonton.

Pada akhirnya, Android TV bukanlah pesaing Smart TV, melainkan salah satu jenisnya. Konsumen tidak perlu menganggap televisi berlabel Android TV otomatis lebih canggih dibandingkan Smart TV lainnya.

Pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan hiburan, fitur, dan spesifikasi yang ditawarkan.

Iklan