Keluarga Salamander
Axolotl (Ambystoma mexicanum) merupakan amfibi yang berasal dari kawasan danau di Meksiko, terutama Xochimilco. Berbeda dari salamander pada umumnya, axolotl mengalami kondisi yang disebut neoteni, yakni tetap mempertahankan karakteristik larva meskipun telah mencapai kematangan seksual.
Kondisi tersebut membuat axolotl memiliki insang eksternal berbentuk cabang di sisi kepalanya dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam air.
Meski sekilas terlihat seperti ikan berkaki, axolotl sebenarnya termasuk kelompok amfibi, bukan ikan.
Bagian Tubuh Bisa Tumbuh Kembali
Salah satu keistimewaan axolotl adalah kemampuan regenerasi yang luar biasa. Hewan ini dapat menumbuhkan kembali kaki, ekor, sumsum tulang belakang, hingga bagian tertentu dari jantung dan otaknya.
Menurut Marine Biological Laboratory (MBL), kemampuan tersebut menjadikan axolotl sebagai organisme penting dalam penelitian regenerasi jaringan tubuh.
Para ilmuwan mempelajari mekanisme regenerasi axolotl untuk memahami bagaimana jaringan yang rusak dapat pulih. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan ilmu kedokteran regeneratif pada manusia.
Membutuhkan Perawatan Khusus
Axolotl memiliki sejumlah variasi warna, mulai dari merah muda pucat, putih, keemasan, hingga gelap. Keunikan tersebut membuatnya diminati oleh penggemar hewan eksotis.
Meski terlihat menggemaskan, axolotl bukan hewan yang dapat dipelihara sembarangan. Hewan ini membutuhkan akuarium dengan suhu air sejuk, kualitas air yang terjaga, serta makanan yang sesuai.
Axolotl termasuk hewan karnivora yang mengonsumsi cacing, larva serangga, dan hewan air berukuran kecil.
World Wildlife Fund (WWF) juga mengingatkan bahwa kebutuhan lingkungan dan perawatan axolotl cukup sulit dipenuhi. Calon pemilik perlu memastikan hewan berasal dari penangkaran legal, bukan hasil tangkapan alam liar.
Terancam Punah
Di balik popularitasnya, axolotl justru menghadapi ancaman kepunahan di habitat aslinya. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2020, axolotl termasuk fauna kategori Critically Endangered atau terancam punah secara kritis.
Populasi individu dewasa di alam liar diperkirakan hanya tersisa sekitar 50–1.000 ekor berdasarkan penilaian tersebut. Penurunan populasi ini dipicu oleh pencemaran air, penyusutan habitat akibat urbanisasi, serta keberadaan spesies invasif yang mengganggu keseimbangan ekosistem.
Kondisi tersebut menunjukkan fenomena yang cukup memprihatinkan. Axolotl dapat ditemukan di berbagai akuarium dan laboratorium dunia, tetapi keberadaannya di alam liar justru semakin langka.
Oleh karena itu, upaya pelestarian melalui pemulihan habitat dan peningkatan kualitas air menjadi langkah penting untuk menjaga kelangsungan hidup salamander unik ini.