Mengapa Sulit Stop?
Nikotin memengaruhi sistem penghargaan di otak dengan merangsang pelepasan dopamin yang berkaitan dengan rasa senang. Ketika asupan nikotin dihentikan, seseorang dapat mengalami gejala putus nikotin yakmi mudah marah, gelisah, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, hingga peningkatan napsu makan.
Menurut National Cancer Institute, gejala putus nikotin umumnya paling berat pada minggu pertama, terutama tiga hari awal setelah berhenti. Kondisi tersebut biasanya berangsur membaik dalam beberapa minggu.
Enam Tips Berhenti Merokok
Berhenti merokok membutuhkan strategi yang tepat agar keinginan mengonsumsi nikotin tidak terus berulang. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
1. Tentukan tanggal berhenti. Pilih tanggal khusus sebagai awal komitmen untuk tidak merokok.
2. Kenali pemicu keinginan merokok. Misalnya setelah makan, minum kopi, berkumpul dengan teman, atau ketika stres.
3. Singkirkan rokok dan korek api. Hindari menyimpan benda yang dapat memancing keinginan merokok.
4. Alihkan keinginan merokok. Cobalah berjalan kaki, minum air putih, atau mengunyah permen karet bebas gula.
5. Minta dukungan orang terdekat. Beri tahu keluarga dan teman bahwa kamu sedang berusaha berhenti merokok.
6. Pertimbangkan bantuan medis. Konsultasikan penggunaan terapi pengganti nikotin atau obat berhenti merokok dengan tenaga kesehatan.
Konseling Lebih Efektif
WHO melalui Clinical Treatment Guideline for Tobacco Cessation in Adults yang diterbitkan pada 2024 merekomendasikan kombinasi dukungan perilaku dan terapi farmakologis untuk membantu seseorang berhenti menggunakan tembakau.
Beberapa pilihan pengobatan yang direkomendasikan meliputi terapi pengganti nikotin, varenicline, bupropion, dan cytisine. Terapi pengganti nikotin, seperti permen karet atau plester nikotin, membantu mengurangi gejala putus nikotin tanpa paparan asap pembakaran rokok.
WHO juga menjelaskan bahwa kombinasi konseling dan pengobatan dapat meningkatkan peluang keberhasilan berhenti menggunakan tembakau hingga lebih dari dua kali lipat.
Bukan Manfaat Sesaat
Manfaat berhenti merokok ternyata tidak harus menunggu bertahun-tahun. Berdasarkan informasi WHO, sejumlah perubahan kesehatan mulai terjadi sejak seseorang menghentikan kebiasaan tersebut.
- 20 menit: Detak jantung dan tekanan darah mulai menurun.
- 12 jam: Kadar karbon monoksida dalam darah turun ke tingkat normal.
- 2–12 minggu: Sirkulasi darah dan fungsi paru-paru mulai membaik.
- 1–9 bulan: Keluhan batuk dan sesak napas berkurang.
- 1 tahun: Risiko penyakit jantung koroner menjadi sekitar setengah dari risiko orang yang masih merokok.
Selain manfaat jangka pendek, berhenti merokok juga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
National Cancer Institute menyebutkan bahwa seseorang yang berhenti merokok sebelum usia 40 tahun dapat mengurangi risiko kematian dini akibat penyakit terkait rokok sekitar 90 persen dibandingkan mereka yang terus merokok.