Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Sering Dikira Sama, Ternyata Fatherless dan Daddy Issues Itu Beda, Ini Ciri-cirinya

Banyak orang masih menganggap fatherless dan daddy issues adalah hal yang sama. Karena sama-sama berkaitan dengan sosok ayah. Padahal keduannya adalah dua hal yang beda.

Ilustrasi seorang anak dengan ayahnya
Ilustrasi seorang anak dengan ayahnya (Foto: Pexels)

Banyak orang yang masih menganggap fatherless dan daddy issues adalah dua hal yang sama, apalagi di media sosial keduanya kerap dikaitkan dengan masalah percintaan dan hubungan yang toxic.

Meski sama-sama ada hubungan dengan figur ayah, keduanya ternyata punya arti yang berbeda.

Lantas, apa perbedaan fatherless dan daddy issues? Yuk, kenali pengertian dan ciri-cirinya supaya kamu nggak asal melabeli orang!

Iklan

Apa Itu Fatherless?

Fatherless adalah kondisi ketika sosok ayah tidak hadir atau kurang terlibat dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional.

Contohnya, anak tumbuh tanpa ayah karena perceraian atau kehilangan, maupun memiliki ayah yang tinggal serumah tetapi jarang memberikan perhatian dan dukungan emosional.

Kondisi ini bisa memengaruhi tumbuh kembang anak. Namun, bukan berarti setiap orang yang tumbuh tanpa kehadiran ayah pasti mengalami masalah psikologis atau kesulitan dalam hubungan asmara.

Apa Itu Daddy Issues?

Sementara itu, daddy issues merupakan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan masalah emosional atau pola hubungan yang berkaitan dengan pengalaman kurang menyenangkan bersama figur ayah.

Dikutip dari Alodokter, hubungan yang kurang harmonis antara ayah dan anak bisa memengaruhi cara seseorang membangun hubungan dengan orang lain ketika dewasa.

Misalnya, seseorang menjadi sulit memercayai pasangan, takut ditinggalkan, atau terus-menerus membutuhkan perhatian dan kepastian dalam hubungan.

Perlu diingat, daddy issues bukan diagnosis resmi dalam dunia medis. Istilah ini juga tidak bisa digunakan untuk memastikan kondisi psikologis seseorang hanya dari perilakunya.

Ciri-ciri Daddy Issues

Menurut Alodokter, ada beberapa pola perilaku yang kerap dikaitkan dengan daddy issues. Meski begitu, ciri-ciri berikut bukan patokan diagnosis dan bisa muncul karena berbagai alasan.

  1. Sulit percaya kepada pasangan Seseorang mungkin merasa sulit memercayai pasangan karena takut dibohongi, diselingkuhi, atau ditinggalkan hingga membuatnya hubungan yang dijalaninya selalu penuh dengan kecurigaan.
  2. Selalu butuh kepastian Merasa disayang saja terkadang belum cukup. Seseorang bisa terus-menerus meminta kepastian tentang perasaan pasangannya karena takut kehilangan atau merasa tidak aman dalam hubungan.
  3. Mudah cemburu dan posesif Rasa takut kehilangan bisa membuat seseorang mudah cemburu, membatasi pergaulan pasangan, bahkan ingin terus mengetahui aktivitasnya, yang jika berlebihan perilaku ini bisa membuat pasangan tidak nyaman.
  4. Cenderung tertarik pada pasangan yang lebih tua Sebagian orang mungkin merasa nyaman dengan pasangan yang lebih tua karena menganggapnya lebih dewasa, perhatian, atau mampu memberikan rasa aman. Namun, menyukai pasangan yang lebih tua bukan berarti seseorang pasti mengalami daddy issues.
  5. Takut sendirian Ada orang yang memilih bertahan dalam hubungan tidak sehat karena takut kesepian atau khawatir tidak akan menemukan pasangan lain. Meski begitu, perilaku ini juga bisa dipengaruhi pengalaman dan faktor lain di luar hubungan dengan ayah.

Jadi, fatherless dan daddy issues memang berbeda. Fatherless berkaitan dengan ketidakhadiran atau minimnya keterlibatan ayah, sedangkan daddy issues menggambarkan kemungkinan masalah emosional atau pola hubungan yang berkaitan dengan pengalaman bersama figur ayah.

Keduanya tidak selalu muncul bersamaan. Seseorang yang tumbuh tanpa ayah belum tentu mengalami daddy issues, begitu pula seseorang yang tumbuh bersama ayahnya bisa saja memiliki pengalaman hubungan keluarga yang tidak sehat.

Kalau kamu merasa pengalaman masa lalu mulai memengaruhi hubunganmu saat ini, cobalah kenali pola emosi dan bangun komunikasi yang lebih sehat. Jika masalahnya mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan psikolog.

Nah, sekarang sudah tahu bedanya, kan? Jadi jangan buru-buru memberi label fatherless atau daddy issues kepada seseorang hanya karena kisah percintaannya saja, ya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.