Api membakar vegetasi di kawasan Gunung Arjuno, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data UPT Tahura Raden Soerjo, lebih dari 100 titik api terpantau dalam kebakaran yang berlangsung sejak Kamis (15/10) tersebut, sementara upaya penanganan melibatkan puluhan petugas gabungan Polri, Polisi Hutan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Belum usai asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, kini si jago merah juga mulai berkobar di sejumlah gunung. Sepanjang Oktober 2026, setidaknya ada delapan gunung di Indonesia yang dilanda kebakaran.
Api membakar berbagai jenis vegetasi, mulai dari rumput, ilalang, semak, hingga pepohonan. Proses pemadaman pun tidak selalu mudah karena petugas harus menghadapi angin kencang, medan terjal, dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, dan informasi pengelola kawasan, berikut daftar gunung yang mengalami kebakaran sepanjang Oktober 2026.
Iklan
1. Gunung Ciremai, Jawa Barat
Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, pada 9 Oktober dan kembali terdeteksi pada 21 Oktober 2026.
Sekitar 100 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan tersebut. Petugas membuat sekat bakar untuk menghambat perambatan api, tetapi medan berbukit dan berbatu serta jauhnya sumber air menyulitkan pemadaman.
2. Gunung Sigiran, Mojokerto
Kebakaran di Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terdeteksi pada 13 Oktober 2026. Api membakar ilalang dan semak belukar di kawasan Tahura Raden Soerjo.
Medan curam dan akses terbatas membuat petugas harus melakukan pemantauan dari jalur pendakian Bukit Cendono. Untuk saat ini akses pendakian di kawasan tersebut ditutup sementara.
3. Gunung Argopuro, Jawa Timur
Kebakaran melanda kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang di Gunung Argopuro. Luas lahan yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 400 hektare.
Dalampendataan terkahir, petugas mencatat ada 14 titik api yang diperkirakan akan terus bertambah. Cuaca panas, minimnya hujan, dan vegetasi kering membuat api berpotensi merambat ke area lain.
Kebakaran di lereng Gunung Lawu mulai terdeteksi pada 15 Oktober 2026 di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hingga 20 Oktober, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 490 hektare.
Kebakaran mengancam kawasan sekitar sumber mata air dan jaringan pipa air warga. Petugas menyiapkan sekat bakar serta melakukan penanganan melalui jalur darat dan dukungan pemadaman udara.
5. Gunung Bromo, Jawa Timur
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menelan korban jiwa. Empat personel meninggal dunia saat berupaya memadamkan api di kawasan Pusung Lingkerm, Kabupaten Probolinggo, pada 15 Oktober 2026.
Api sempat dipadamkan pada 14 Oktober, tetapi kembali muncul keesokan harinya. Angin kencang membuat kobaran membesar hingga enam personel terjebak. Selain empat korban meninggal, dua personel lainnya mengalami luka bakar berat.
6. Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur
Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang terdeteksi pada 16 Oktober 2026. Hingga 21 Oktober, BPBD Jawa Timur melaporkan sekitar 736,8 hektare lahan di wilayah Pasuruan terbakar.
Hingga 17 Oktober, di wilayah Mojokerto, luas area terdampak dilaporkan mencapai 170 hektare. Kebakaran juga merusak jaringan pipa air bersih HIPPAM Desa Jatiarjo yang melayani sekitar 2.500 rumah atau 7.700 jiwa.
7. Gunung Pakuwaja, Jawa Tengah
Kebakaran di Gunung Pakuwaja, kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, kembali terjadi pada 21 Oktober 2026. BPBD Wonosobo memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare.
Api terdeteksi sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Hutan Lindung Petak 7-4, pada ketinggian sekitar 2.242 meter di atas permukaan laut. Titik api diduga berasal dari sisa kebakaran sebelumnya yang kembali menyala.
8. Gunung Sumbing, Jawa Tengah
Kebakaran di Gunung Sumbing terdeteksi pada 19 Oktober 2026 di kawasan hutan wilayah Wonosobo, kemudian merambat ke wilayah Magelang dan Temanggung.
Pemprov Jawa Tengah memperkirakan di Wonosobo luas kawasan terdampak mencapai 300 hektare dan sekitar 16,2 hektare di Magelang. Sementara itu, Perhutani melaporkan sekitar 19,4 hektare dari 38,8 hektare lahan di Petak II A RPH Mangli, Magelang, juga ikut terbakar.
Pemadaman terkendala tebing curam dan ketiadaan sumber air di sekitar titik api. Saat ini seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kini luas kebakaran di sejumlah kawasan masih berupa perkiraan dan dapat berubah mengikuti hasil pemantauan lapangan.